Tesis

Efektivitas Prostglandin E1 Sebagai Terapi Adjuvan Dalam Kateterisasi Intermiten Pada Pasien Retensi Urin Pasca Persalinan Pervaginam = The Effectiveness of Prostaglandin E1 as an Adjuvant Therapy in Intermitten Catheterization for Postpartum Urinary Retention After Vaginal Delivery.

Latar Belakang: Retensi urin postpartum (RUP) merupakan komplikasi berkemih yang cukup sering dijumpai pada wanita setelah melahirkan, ditandai dengan ketidakmampuan berkemih spontan dalam 6 jam pascapersalinan dengan volume residu urin >200 ml. Terapi standar umumnya menggunakan kateterisasi urin, namun masih diperlukan alternatif farmakologis yang efektif. Misoprostol, analog prostaglandin E1, selain digunakan untuk induksi persalinan dan penanganan perdarahan postpartum, diketahui memiliki efek meningkatkan kontraksi otot detrusor. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pemberian misoprostol dalam menurunkan volume residu urin pada pasien dengan RUP pascapersalinan pervaginam.. Metode: Penelitian ini merupakan uji klinis acak tersamar ganda, multi-center, yang dilaksanakan di RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo dan RSUD Koja. Sebanyak 46 subjek dibagi secara acak menjadi dua kelompok, yaitu kelompok intervensi prostaglandin E1 (n=23) yang mendapat misoprostol 2 × 300 mcg selama 24 jam, dan kelompok kontrol (n=23) yang mendapat plasebo. Luaran utama adalah volume urin spontan dalam 6 jam dan volume residu urin setelah kateterisasi. Hasil: Terdapat perbedaan bermakna pada volume urin spontan antara kelompok intervensi dan kontrol (p=0,023), dengan median 310 ml (100–450 ml) pada kelompok prostaglandin E1 dibanding 290 ml (50–400 ml) pada plasebo. Volume urin akhir juga berbeda signifikan (p=0,019), dengan median 50 ml (20–200 ml) pada kelompok intervensi dibanding 100 ml (5–500 ml) pada plasebo. Penurunan volume residu urin menunjukkan perbedaan bermakna (p=0,008), dengan median 200 ml (100–400 ml) pada kelompok prostaglandin E1 dibanding 150 ml (-100–350 ml) pada plasebo. Tingkat kesembuhan juga lebih tinggi pada kelompok intervensi (p=0,022), dengan risiko relatif 1,47 (IK 95%: 1,08–2,00). Kesimpulan: Pemberian prostaglandin E1 (misoprostol) efektif meningkatkan volume urin spontan, menurunkan volume residu urin, serta meningkatkan probabilitas kesembuhan 1,4 kali lebih tinggi dalam 24 jam pada pasien dengan RUP pascapersalinan pervaginam.
Kata Kunci: Retensi urin pasca persalinan pervaginam, prostaglandin E1, volume residu urin


Background: Postpartum urinary retention (PUR) is a common micturition disorder in women after childbirth, defined as the inability to void spontaneously within 6 hours postpartum with a residual urine volume >200 ml. Standard management generally involves urinary catheterization; however, effective pharmacological alternatives are still limited. Misoprostol, a prostaglandin E1 analog, is widely used for labor induction and postpartum hemorrhage management, and it also has an additional effect of enhancing detrusor muscle contraction. This study aimed to evaluate the effectiveness of misoprostol in reducing residual urine volume in patients with PUR after vaginal delivery. Methods: This was a double-blind, randomized controlled, multi-center clinical trial conducted at Cipto Mangunkusumo National General Hospital and Koja District General Hospital. A total of 46 subjects were randomly assigned to two groups: the intervention group (n=23) received prostaglandin E1 (misoprostol) at a dosage of 2 × 300 mcg within 24 hours, while the control group (n=23) received placebo. The primary outcomes were spontaneous urine volume within 6 hours and residual urine volume after catheterization. Results: A significant difference was found in spontaneous urine volume between the two groups (p=0.023), with a median of 310 ml (100–450 ml) in the prostaglandin E1 group compared with 290 ml (50–400 ml) in the placebo group. Final urine volume also showed a significant difference (p=0.019), with a median of 50 ml (20–200 ml) in the intervention group versus 100 ml (5–500 ml) in the control group. Residual urine reduction was significantly greater in the intervention group (p=0.008), with a median of 200 ml (100–400 ml) compared to 150 ml (-100–350 ml) in the placebo group. Recovery rate was significantly higher in the prostaglandin E1 group (p=0.022), with a relative risk of 1.47 (95% CI: 1.08–2.00).
Keywords: Postpartum urinary retention, vaginal delivery, prostaglandin E1, residual urine volume

Judul Seri
-
Tahun Terbit
2025
Pengarang

Dita Nadya Rizkita - Nama Orang
Gita Nurul Hidayah - Nama Orang
Suskhan Djusad - Nama Orang
Joedo Prihartono - Nama Orang

No. Panggil
T25457fk
Penerbit
Jakarta : Program Studi Obstetri dan Ginekologi.,
Deskripsi Fisik
xvii, 78 hlm. ; 21 x 30 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
T25
Edisi
-
Subjek
Info Detail Spesifik
Tanpa Hardcopy
T25457fkT25457fkPerpustakaan FKUITersedia - File Digital
Image of Efektivitas Prostglandin E1 Sebagai Terapi Adjuvan Dalam Kateterisasi Intermiten Pada Pasien Retensi Urin Pasca Persalinan Pervaginam = The Effectiveness of Prostaglandin E1 as an Adjuvant Therapy in Intermitten Catheterization for Postpartum Urinary Retention After Vaginal Delivery.

Related Collection


WhatsApp

Halo Sobat Medi 👋

Ada pertanyaan atau hal yang bisa kami bantu?

Layanan WA Perpustakaan FKUI
Senin - Jumat 08.00 - 16.00 WIB
Pesan yang masuk di luar waktu operasional (di atas) akan direspon pada hari kerja berikutnya.