Tesis
Analisis Implementasi Skrining Faktor Risiko Preeklampsia Pada Buku KIA Revisi 2020 Di Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2025 = Analysis of the Implementation of Preeclampsia Risk Factor Screening in the 2020 Revised Maternal and Child (MCH) Handbook in Bima Regency, West Nusa Tenggara Province in 2025.
Salah satu intervensi yang dilakukan untuk menurunkan angka kematian ibu adalah skrining faktor risiko preeklampsia oleh dokter puskemas dengan menggunakan tabel yang telah tercantum dalam Buku KIA Revisi Tahun 2020. Evaluasi penggunaan skrining faktor risiko preeklampsia jarang dilakukan di Indonesia. Oleh karena itu, perlu adanya analisis secara kuantitatif hubungan kelengkapan pengisian skrining faktor risiko preeklampsia, tingkat pengetahuan dokter dengan adanya kejadian kematian ibu akibat preeklampsia di Kabupaten Bima. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi penggunaan skrining faktor risiko preeklampsia dalam usaha menurunkan angka kematian ibu di wilayah Kabupaten Bima. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional yang dilakukan di 21 puskesmas di wilayah Kabupaten Bima. Sampel yang dimasukkan dalam penelitian ini adalah 655 buku KIA dan 30 dokter puskesmas yang melakukan pengisian buku KIA. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan SPSS versi 20.0. Kelengkapan pengisian tabel skrining faktor risiko preeklampsia pada buku KIA di Kabupaten Bima sebesar 70,4%. Dalam hal tingkat pengetahuan dokter, 53,3% dokter puskemas memiliki pengetahuan kurang baik mengenai skrining faktor risiko preeklampsia. Tingkat pengetahuan dokter memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian kematian ibu akibat preeklampsia di Kabupaten Bima (p-value = 0,031; OR = 0,089 CI 95% 0,009-0,873). Selain itu, terdapat perbedaan bermakna pada skor kelengkapan pengisian skrining faktor risiko preeklampsia antara puskesmas yang mengalami kematian ibu dibandingkan dengan puskesmas yang tidak mengalami kematian ibu akibat preeklampsia (p-value = 0,045). Namun, penelitian ini menemukan tidak ada perbedaan yang bermakna antara skor kelengkapan pengisian skrining dengan tingkat pengetahuan dokter pada puskesmas yang mengalami kematian ibu (p-value = 0,120) maupun puskesmas tanpa kematian ibu (pvalue = 0,915). Kelengkapan pengisian skrining faktor risiko preeklampsia menjadi faktor yang terbukti berkontribusi terhadap kejadian kematian ibu di Kabupaten Bima. Walaupun hasil penelitian ini menunjukkan, tingkat pengetahuan dokter tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan skor kelengkapan pengisian faktor risiko preeklampsia, peningkatan tingkat pengetahuan dokter dalam skrining faktor risiko preeklampsia perlu dievaluasi secara rutin karena memiliki peranan penting sebagai bagian dari upaya menurunkan kejadian kematian ibu akibat preeklampsia.
Kata Kunci: Skrining Risiko Preeklampsia, Kematian Ibu, Buku KIA
One of the interventions to reduce maternal mortality is preeclampsia risk factor screening by community health center physicians using the table listed in the 2020 Revised Maternal and Child Health (MCH) Handbook. Evaluation of the use of preeclampsia risk factor screening is rarely conducted in Indonesia. Therefore, a quantitative analysis is needed to determine the relationship between the completeness of preeclampsia risk factor screening, the level of physician knowledge, and the incidence of maternal deaths due to preeclampsia in Bima District. This study aims to analyze the implementation of preeclampsia risk factor screening as an effort to reduce maternal mortality in Bima Regency. This research was a descriptive analytic study with a cross-sectional design conducted in 21 community health centers in Bima District. The sample included 655 KIA handbooks and 30 community health center doctors who completed the MCH handbooks. Data were analyzed using univariate and bivariate methods using SPSS version 20.0. The completeness of the preeclampsia risk factor screening table in the MCH handbook in the Bima District was 70.4%. Regarding physicians’ knowledge, 53.3% had poor knowledge of preeclampsia risk factor screening. Physicians' knowledge level was significantly associated with the incidence of maternal deaths due to preeclampsia in Bima District (p-value = 0.031; OR = 0.089, 95% CI 0.009-0.873). In addition, there was a significant difference in the completeness scores of preeclampsia risk factor screening between community health centers that experienced maternal deaths compared to those without (p-value = 0.045). However, this study found no significant difference between the completeness of preeclampsia risk factor screening and physician knowledge levels in community health centers with maternal deaths (p-value = 0.120) and those without maternal deaths (p-value = 0.915). The completeness of preeclampsia risk factor screening is a proven contributing factor to maternal deaths in Bima District. Although the results of this study indicate that physicians’ knowledge was not significantly associated with the completeness score for preeclampsia risk factors screening. Increasing physicians’ knowledge of preeclampsia risk factor screening should be regularly assessed because it plays a crucial part in efforts to reduce the incidence of maternal death due to preeclampsia.
Key words: Preeclampsia Screening, Maternal Mortality, Maternal and Child Health Handbook
- Judul Seri
-
-
- Tahun Terbit
-
2025
- Pengarang
-
Anna Sofyana - Nama Orang
J.M. Seno Adjie - Nama Orang - No. Panggil
-
T25444fk
- Penerbit
- Jakarta : Sp-2 Obstetri dan Ginekologi., 2025
- Deskripsi Fisik
-
xviii, 79 hlm., ; 21 x 30 cm
- Bahasa
-
Indonesia
- ISBN/ISSN
-
-
- Klasifikasi
-
T25
- Edisi
-
-
- Subjek
- Info Detail Spesifik
-
Tanpa Hardcopy
| T25444fk | T25444fk | Perpustakaan FKUI | Tersedia - File Digital |
Masuk ke area anggota untuk memberikan review tentang koleksi