Tesis

Kolangitis pasca-Bypass Koledokoduodenostomi dan Hepatikojejunostomi pada Penyakit Saluran Bilier Jinak: Sebuah Tinjauan Sistematis = Postoperative Cholangitis in Choledochoduodenostomy and Hepaticojejunostomy: Systematic Review in Benign Biliary Disease.

Latar Belakang: Penyakit bilier jinak cukup sering dijumpai dan kerap memerlukan penatalaksanaan bedah apabila pilihan endoskopik atau perkutan tidak memungkinkan. Koledokoduodenostomi (CD) secara teknis lebih sederhana, namun memiliki risiko seperti sindrom sump dan refluks bilier, sedangkan hepatikojejunostomi (HJ) dianggap sebagai standar emas karena memberikan luaran yang lebih tahan lama. Kolangitis pascaoperasi tetap menjadi komplikasi penting dengan insidensi yang bervariasi antarstudi, sehingga tingkat keamanan relatif CD dan HJ masih belum pasti. Tujuan: Tinjauan sistematis ini bertujuan untuk membandingkan insidensi kolangitis pascaoperasi antara CD dan HJ pada penyakit bilier jinak. Metode: Penelusuran literatur secara sistematis dilakukan pada lima basis data elektronik hingga April 2025. Studi yang memenuhi syarat meliputi uji acak terkontrol, kohort, kasus-kontrol, dan seri kasus yang melibatkan pasien dewasa dengan penyakit bilier jinak yang menjalani CD atau HJ. Keluaran utama adalah kolangitis pascaoperasi. Risiko bias dinilai menggunakan Cochrane RoB 2 tool untuk uji acak terkontrol dan ROBINS-I tool untuk studi non-acak. Hasil: Tiga studi retrospektif dengan total 1.176 pasien diidentifikasi. Insiden kolangitis setelah CD berkisar antara 0% hingga 10,9%, dibandingkan dengan 0% hingga 6,4% setelah HJ. Kolangitis rekuren hanya ditemukan pada CD, dengan angka hingga 23,1% pasien, sedangkan tidak ada yang dilaporkan pada HJ (p = 0,031). Luaran fungsional umumnya baik pada kedua kelompok, meskipun HJ menunjukkan proporsi yang sedikit lebih tinggi pada hasil baik hingga sangat baik dan lebih sedikit luaran buruk, tanpa perbedaan bermakna (p = 0,50). Kesimpulan: Hepatikojejunostomi berhubungan dengan insiden kolangitis pascaoperasi lebih rendah dibandingkan koledokoduodenostomi pada penyakit bilier jinak.
Kata Kunci: penyakit bilier jinak, kolangitis, koledokoduodenostomi, hepatikojejunostomi.


Backgrounds: Benign biliary diseases are common and often require surgical management when endoscopic or percutaneous options are not feasible. Choledochoduodenostomy (CD) is technically simpler but carries risks including sump syndrome and biliary reflux, whereas hepaticojejunostomy (HJ) is considered the gold standard due to more durable outcomes. Postoperative cholangitis remains a significant complication, with varying incidence reported across studies, leaving the relative safety of CD and HJ uncertain. Objectives: This systematic review aimed to compare the incidence of postoperative cholangitis following CD and HJ in benign biliary diseases. Methods: A systematic search was conducted across five electronic databases up to April 2025. Eligible studies included randomized trials, cohort, case-control, and case-series designs involving adult patients with benign biliary disease undergoing CD or HJ. The primary outcome was postoperative cholangitis. Risk of bias was assessed using the Cochrane RoB 2 tool for randomized trials and the ROBINS-I tool for non-randomized studies. Results: Three retrospective studies including 1,176 patients were identified. The incidence of cholangitis after CD ranged from 0% to 10.9%, compared with 0% to 6.4% after HJ. Recurrent cholangitis occurred only in CD, affecting up to 23.1% of patients, while none was reported after HJ (p = 0.031). Functional outcomes were generally favorable in both groups, although HJ showed slightly higher proportions ofgood to very good results and fewer poor outcomes, without significant difference (p = 0.50). Conclusion: Hepaticojejunostomy is associated with a lower incidence of postoperative cholangitis compared with choledochoduodenostomy in benign biliary disease.
Keywords: benign biliary disease, cholangitis, choledochoduodenostomy, hepaticojejunostomy.

Judul Seri
-
Tahun Terbit
2025
Pengarang

Muhammad Farid Alifian - Nama Orang
Wifanto Saditya Jeo - Nama Orang

No. Panggil
T25440fk
Penerbit
Jakarta : Program Studi Ilmu Bedah.,
Deskripsi Fisik
xiii, 55 hlm. ; 21 x 30 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
SBP Online
Klasifikasi
T25
Edisi
-
Subjek
Info Detail Spesifik
Tanpa Hardcopy
T25440fkT25440fkPerpustakaan FKUITersedia - File Digital
Image of Kolangitis pasca-Bypass Koledokoduodenostomi dan Hepatikojejunostomi pada Penyakit Saluran Bilier Jinak: Sebuah Tinjauan Sistematis = Postoperative Cholangitis in Choledochoduodenostomy and Hepaticojejunostomy: Systematic Review in Benign Biliary Disease.

Related Collection


WhatsApp

Halo Sobat Medi 👋

Ada pertanyaan atau hal yang bisa kami bantu?

Layanan WA Perpustakaan FKUI
Senin - Jumat 08.00 - 16.00 WIB
Pesan yang masuk di luar waktu operasional (di atas) akan direspon pada hari kerja berikutnya.