Tesis

Perbandingan Keluaran Pembedahan Laparoskopi dan Bedah Terbuka pada Kanker Kolorektal di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo = The Comparison of Outcome between Laparoscopy and Laparotomy in Colorectal Cancer in Cipto Mangunkusumo Hospital.

Pendahuluan: Kanker kolorektal merupakan salah satu jenis kanker paling umum di dunia dan penyebab utama kematian akibat kanker. Laparotomi merupakan standar pengobatan kuratif untuk penyakit yang terlokalisasi. Laparoskopi menawarkan beberapa kelebihan, yaitu nyeri pascaoperasi yang lebih ringan, masa rawat inap yang lebih singkat, pemulihan yang lebih cepat, dan risiko infeksi yang lebih rendah. Oleh karena itu, kami melakukan studi ini untuk mengevaluasi hasil laparoskopi versus laparotomi pada kanker kolorektal, khususnya di rumah sakit kami, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Metode: Studi retrospektif ini mencakup pasien kanker kolorektal yang menjalani laparoskopi (56 subjek) dan laparotomi (79 subjek) di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dari tahun 2022-2024. Hasil yang dievaluasi meliputi lama rawat inap, perdarahan intraoperatif, komplikasi, durasi operasi, dan biaya operasi. Uji Chi-square digunakan untuk variabel kategorikal, sedangkan uji T independen digunakan untuk variabel kontinu. Hasil: Sebanyak 135 pasien kolorektal (54,8% perempuan) dengan usia rata-rata 54,74±12,90 tahun. Hampir setengah dari pasien (49,6%) memiliki tumor yang terletak di rektum. Studi ini menemukan bahwa laparoskopi terkait dengan risiko komplikasi pascaoperasi yang lebih rendah (OR = 0,091; 95% CI 0,011 –0,777; p = 0,008) dan risiko mortalitas dua tahun yang lebih rendah (OR = 0,395; 95% CI 0,178–0,878; p = 0,054). Studi ini tidak menemukan perbedaan yang signifikan antara lama rawat inap, kehilangan darah intraoperatif, durasi operasi, dan biaya operasi pada analisis bivariat. Analisis multivariat menunjukkan perbedaan signifikan pada durasi operasi (B -0,196; p = 0,025) dan biaya perawatan (B 0,263; p = 0,028), tanpa temuan signifikan pada volume perdarahan, komplikasi pascaoperasi, durasi perawatan, dan status hidup dua tahun. Kesimpulan: Laparoskopi berkaitan dengan risiko komplikasi pascaoperasi yang lebih rendah secara bermakna. Meskipun tidak signifikan secara statistik, laparoskopi memiliki risiko kematian dua tahun yang lebih rendah. Temuan ini mendukung penggunaan laparoskopi sebagai pendekatan yang aman untuk pasien yang dipilih dengan tepat, meskipun studi lebih lanjut diperlukan pada kasus yang kompleks dan lanjut.


Introductiom: Colorectal cancer is one of the most common types of cancer in the world and a leading cause of cancer-related deaths. Laparotomy is the standard curative treatment for localized disease. Laparoscopy offers several advantages, including less postoperative pain, shorter hospital stays, faster recovery, and lower risk of infection. Therefore, we conducted this study to evaluate the outcomes of laparoscopy versus laparotomy in colorectal cancer, particularly at our hospital, Cipto Mangunkusumo Hospital, Jakarta. Method: This retrospective study included colorectal cancer patients underwent laparoscopy (56 subjects) and laparotomy (79 subjects) from 2022 to 2024 in Cipto Mangunkusumo Hospital. The outcome was hospital stay, intraoperative blood loss, complications, surgical duration, and surgical fee. Chi-square test was used for categorical variables and T-test independent test was used for continuous variables. Results: A total of 135 colorectal patients (54.8% female) with the mean age of 54.74±12.90 years old. Nearly half of the patients (49.6%) had tumors located in the rectum. We found that laparoscopy was associated with lower risk postoperative complication (OR = 0.091; 95%CI 0.011 –0.777; p = 0.008) and lower risk of 2-years mortality (OR = 0.395; 95% CI 0.178–0.878; p = 0.054). We found no significant difference between hospital stay, intraoperative blood loss, surgical duration, and surgical fee in bivariate analysis. Multivariate analysis revealed significant differences in surgery duration (B -0.196; p = 0.025) and surgical fee (B 0.263; p = 0.028), with no significant differences in blood loss, postoperative complications, treatment duration, and 2-years mortality rate. Conclusion: Laparoscopic surgery offers significant lower risk postoperative complication. Although it was not statistically significant, we also found that laparoscopy had lower risk of 2-years mortality. These findings support the use of laparoscopy as a safe approach for appropriately selected patients, though further studies are warranted in complex and advanced cases.

Judul Seri
-
Tahun Terbit
2025
Pengarang

Hutomo Rezky Noorsukma - Nama Orang
Wifanto Saditya Jeo - Nama Orang

No. Panggil
T25438fk
Penerbit
Jakarta : Program Studi Ilmu Bedah.,
Deskripsi Fisik
xii, 48 hlm, ; 21 x 30 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
T25
Edisi
-
Subjek
Info Detail Spesifik
Tanpa Hardcopy
T25438fkT25438fkPerpustakaan FKUITersedia - File Digital
Image of Perbandingan Keluaran Pembedahan Laparoskopi dan Bedah Terbuka pada Kanker Kolorektal di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo = The Comparison of Outcome between Laparoscopy and Laparotomy in Colorectal Cancer in Cipto Mangunkusumo Hospital.

Related Collection


WhatsApp

Halo Sobat Medi 👋

Ada pertanyaan atau hal yang bisa kami bantu?

Layanan WA Perpustakaan FKUI
Senin - Jumat 08.00 - 16.00 WIB
Pesan yang masuk di luar waktu operasional (di atas) akan direspon pada hari kerja berikutnya.