Tesis
Efektivitas Methylene Blue Sebagai Anestesi Lokal Pada Pasien Pascaoperasi Fistula Ani: Sebuah Tinjauan Sistematik = Effectiveness of Methylene Blue as a Local Anesthetic in Postoperative Patients with Anal Fistula: A Systematic Review.
Pendahuluan: Fistula ani adalah kondisi yang membutuhkan penanganan pembedahan, namun nyeri pascaoperasi sering menjadi tantangan besar dalam pemulihan pasien. Metilen biru telah dikenal sebagai agen pewarna dan antiseptik, namun penelitian menunjukkan potensi anestetik dan antiinflamasi yang dapat dimanfaatkan pascaoperasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas metilen biru sebagai anestesi lokal pada manajemen nyeri pascaoperasi pada pasien fistula ani. Metode: Penelusuran literatur dilakukan secara sistematis melalui basis data PubMed, Cochrane, EBSCOHost, dan ScienceDirect dengan kata kunci terkait "methylene blue" dan "postoperative pain" pada pasien fistula ani. Studi yang dimasukkan adalah yang membahas penggunaan metilen biru sebagai agen anestesi lokal, yang dipublikasikan dalam lima tahun terakhir. Penilaian kualitas metodologi dilakukan menggunakan alat penilaian risiko bias Cochrane untuk uji coba terkontrol acak (RCT). Hasil: Tiga studi RCT yang relevan dimasukkan dalam tinjauan ini. Dari hasil evaluasi Visual Analog Scale (VAS) untuk nyeri pascaoperasi, metilen biru menunjukkan penurunan skor nyeri yang signifikan pada hari pertama hingga ketiga dibandingkan dengan kontrol. Efek ini berlanjut hingga hari ketujuh, meskipun pengurangan nyeri mulai berkurang secara bertahap pada hari keempat dan kelima. Penurunan nyeri yang signifikan ditemukan pada kedua kelompok yang menerima metilen biru dalam kombinasi dengan NSAID. Hasil forest plot yang menunjukkan analisis perbandingan antara kelompok intervensi (metilen biru) dan kontrol pada hari pertama pascaoperasi menunjukkan bahwa metilen biru secara signifikan lebih efektif dalam mengurangi nyeri dibandingkan dengan kontrol (p-value < 0.00001). Forest plot ini menunjukkan perbedaan rata-rata yang signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol pada hari pertama pascaoperasi, dengan nilai p yang sangat rendah di semua studi yang dianalisis. Kesimpulan: Metilen biru terbukti efektif dalam mengurangi nyeri pascaoperasi pada pasien fistula ani, dengan manfaat terbesar terlihat pada hari pertama hingga ketiga pascaoperasi. Hasil forest plot memperkuat bukti ini, menunjukkan bahwa metilen biru lebih efektif dalam mengurangi nyeri dibandingkan dengan kontrol pada hari pertama. Penggunaan metilen biru sebagai anestesi lokal dapat menjadi alternatif yang aman dan efektif untuk pengelolaan nyeri pascaoperasi pada prosedur fistulektomi.
Introduction: Anal fistula is a condition that requires surgical intervention, but postoperative pain often presents a significant challenge in patient recovery. Methylene blue, known for its role as a dye and antiseptic, has also been studied for its potential anesthetic and anti-inflammatory properties. This study aims to evaluate the effectiveness of methylene blue as a local anesthetic for postoperative pain management in patients who have undergone anal fistula surgery. Method: A systematic literature review was conducted using the PubMed, Cochrane, EBSCOHost, and ScienceDirect databases, focusing on studies that examined the use of methylene blue as a local anesthetic for postoperative pain in anal fistula surgery. Only studies published in the last five years were included. The methodological quality of the included studies was assessed using the Cochrane risk of bias tool for randomized controlled trials (RCTs). Results: Three relevant RCTs were included in the review. The Visual Analog Scale (VAS) for pain measurement showed that methylene blue significantly reduced pain levels on postoperative days 1 through 3 compared to controls. This effect persisted until day 7, although pain reduction became less pronounced on days 4 and 5. The forest plot analysis comparing the intervention (methylene blue) group with the control group on the first postoperative day showed that methylene blue was significantly more effective in reducing pain (p-value < 0.00001). The overall results indicated significant reductions in pain, particularly in the early postoperative period, with the intervention group consistently reporting lower pain scores. Conclusion: Methylene blue is effective in reducing postoperative pain in patients with anal fistula, with the greatest benefit observed on the first through third postoperative days. The forest plot analysis supports this conclusion, showing significant pain reduction in the methylene blue group compared to the control group on the first postoperative day. Methylene blue can be considered a safe and effective alternative for local anesthetic use in managing postoperative pain following anal fistula surgery.
- Judul Seri
-
-
- Tahun Terbit
-
2025
- Pengarang
-
Aldwin Tanuwijaya - Nama Orang
Wifanto Saditya Jeo - Nama Orang - No. Panggil
-
T25435fk
- Penerbit
- Jakarta : Program Studi Ilmu Bedah., 2025
- Deskripsi Fisik
-
xii, 58 hlm, ; 21 x 30 cm
- Bahasa
-
Indonesia
- ISBN/ISSN
-
SBP Online
- Klasifikasi
-
T25
- Edisi
-
-
- Subjek
- Info Detail Spesifik
-
Tanpa Hardcopy
| T25435fk | T25435fk | Perpustakaan FKUI | Tersedia - File Digital |
Masuk ke area anggota untuk memberikan review tentang koleksi