Tesis

Hubungan Ketebalan Intima-Media dengan Keberhasilan Kanulasi pada Fistula Arteriovena Brakiosefalika = Relationship between Intima-Media Thickness and Cannulation Success in Brachiocephalic Arteriovenous Fistula.

Latar Belakang: Fistula arteriovena (FAV) brakiosefalika merupakan akses vaskular pilihan utama pada pasien penyakit ginjal kronik (PGK) yang menjalani hemodialisis karena memiliki angka komplikasi lebih rendah dan patensi lebih baik dibandingkan dengan akses lain. Salah satu faktor yang memengaruhi keberhasilan kanulasi FAV adalah ketebalan dinding pembuluh darah yang dapat dinilai melalui ketebalan intimamedia (intima-media thickness [IMT]). Namun, hubungan antara IMT dengan keberhasilan kanulasi FAV masih belum konklusif. Tujuan: Mengetahui hubungan antara IMT dengan keberhasilan kanulasi pada FAV brakiosefalika. Metode: Penelitian analitik observasional dengan desain potong lintang dilakukan pada 60 pasien PGK dengan FAV brakiosefalika matur yang menjalani kanulasi pertama kali di RSCM dan RS Hermina Depok (periode April - September 2025). IMT diukur menggunakan ultrasonografi, dan keberhasilan kanulasi dinilai dari tidak adanya komplikasi (hematoma/trombosis). Analisis dilakukan menggunakan uji T independen, Mann-Whitney, dan chi-square/Fisher exact, dengan p < 0,001 dianggap bermakna. Hasil: Sebanyak 42 pasien (70 %) berhasil menjalani kanulasi pertama tanpa komplikasi, sementara 18 pasien (30 %) mengalami komplikasi. Rerata IMT kelompok berhasil lebih tinggi dibandingkan kelompok gagal (0,117 vs 0,082 mm; p < 0,001). Analisis ROC menunjukkan nilai AUC 0,972 (95 % CI: 0,925 – 1,000; p < 0,001) dengan cut-off IMT 0,1 mm yang memberikan sensitivitas 100 % dan spesifisitas 88,9 %. Tidak ditemukan perbedaan bermakna IMT berdasarkan pada status diabetes melitus maupun hipertensi. Kesimpulan: Terdapat hubungan bermakna antara IMT dan keberhasilan kanulasi FAV brakiosefalika. IMT dapat digunakan sebagai prediktor keberhasilan kanulasi dengan titik potong 0,1 mm.
Kata Kunci: ketebalan intima-media, kanulasi, fistula arteriovena brakiosefalika, akses hemodialisis


Background: Brachiocephalic arteriovenous fistula (AVF) is the preferred vascular access for chronic kidney disease (CKD) patients undergoing hemodialysis due to its lower complication rate and superior patency compared to other access types. One potential predictor of cannulation success is vessel wall thickness assessed through intima-media thickness (IMT). However, the association between IMT and cannulation success remains inconclusive. Objective: To evaluate the relationship between IMT and cannulation success in brachiocephalic AVF. Methods: This observational analytic study with a cross-sectional design included 60 CKD patients with mature brachiocephalic AVFs undergoing their first cannulation at Cipto Mangunkusumo Hospital and Hermina Depok Hospital (April–September 2025). IMT was measured using ultrasonography, and cannulation success was defined as the absence of complications (hematoma/thrombosis). Statistical analysis was performed using independent T-test, Mann-Whitney, and chi-square/Fisher exact tests, with p

Judul Seri
-
Tahun Terbit
2025
Pengarang

Florencia Vanya Vaniara - Nama Orang
Raden Suhartono - Nama Orang

No. Panggil
T25434fk
Penerbit
Jakarta : Program Studi Ilmu Bedah.,
Deskripsi Fisik
xvi, 54 hlm., ; 21 x 30 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
SBP Online
Klasifikasi
T25
Edisi
-
Subjek
Info Detail Spesifik
Tanpa Hardcopy
T25434fkT25434fkPerpustakaan FKUITersedia - File Digital
Image of Hubungan Ketebalan Intima-Media dengan Keberhasilan Kanulasi pada Fistula Arteriovena Brakiosefalika = Relationship between Intima-Media Thickness and Cannulation Success in Brachiocephalic Arteriovenous Fistula.

Related Collection


WhatsApp

Halo Sobat Medi 👋

Ada pertanyaan atau hal yang bisa kami bantu?

Layanan WA Perpustakaan FKUI
Senin - Jumat 08.00 - 16.00 WIB
Pesan yang masuk di luar waktu operasional (di atas) akan direspon pada hari kerja berikutnya.