Skripsi

Keberhasilan Pemasangan T-tube pada Pasien Stenosis Subglotis dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya = Efficacy of T-tube Placement in Subglottic Stenosis and Contributing Factors.

Latar Belakang Stenosis subglotis merupakan salah satu penyebab obstruksi jalan napas yang sering membutuhkan tindakan rekonstruksi. Pemasangan T-tube menjadi salah satu pilihan terapi, namun keberhasilannya dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Metode Penelitian ini menggunakan desain retrospektif dengan meninjau rekam medis pasien stenosis subglotis yang menjalani pemasangan T-tube di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) pada periode 2019–2025. Variabel yang dianalisis meliputi usia, jenis kelamin, staging, dan jumlah komorbid Hasil Sebanyak 50 pasien memenuhi kriteria inklusi. Tingkat keberhasilan absolut pemasangan T-tube adalah 10%, sedangkan keberhasilan antara 86%, dan kegagalan 4%. Analisis bivariat menunjukkan bahwa staging (p = 0,040) dan jenis kelamin (p = 0,012) berhubungan dengan keberhasilan antara, sedangkan usia (p = 1,000) dan jumlah komorbid (p = 0,867) tidak bermakna pada tingkat keberhasilan. Pada analisis multivariat, hanya jenis kelamin yang tetap menjadi prediktor independen (OR = 12,75; 95% CI = 1,31 –124,37). Kesimpulan Pemasangan T-tube pada stenosis subglotis memiliki tingkat keberhasilan yang cukup baik. Faktor jenis kelamin terbukti berhubungan dengan keberhasilan, sementara usia, jumlah komorbid, dan staging Cotton-Myer tidak menunjukkan hubungan yang bermakna.
Kata Kunci: stenosis subglotis, T-tube, keberhasilan, Cotton-Myer.


Introduction Subglottic stenosis is one of the causes of airway obstruction that often requires reconstructive procedures. T-tube placement is a therapeutic option, but its success may be influenced by patient- and technique-related factors. Method This was a retrospective study reviewing the medical records of subglottic stenosis patients who underwent T-tube placement at Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) during 2019–2025. The analyzed variables included age, sex, comorbidities, and Cotton-Myer staging. Data were analyzed using Chi-Square or Fisher’s exact test for bivariate analysis, followed by binary logistic regression for multivariate analysis. Results A total of 50 patients were included. The absolute success rate of T-tube placement was 10%, intermediate success 86%, and failure 4%. Bivariate analysis revealed that staging (p = 0.040) and sex (p = 0.012) were significantly associated with intermediate success, whereas age (p = 1.000) and comorbidities (p = 0.867) were not. On multivariate logistic regression, only sex remained independently associated with outcome (OR = 12.75; 95% CI = 1.31 –124.37). Conclusion T-tube placement in subglottic stenosis demonstrated a favorable success rate. Sex was identified as an independent predictor of success, while age, number of comorbidities, and Cotton-Myer staging were not significantly associated.
Keywords: Subglottic stenosis, T-tube, success, Cotton-Myer.

Judul Seri
-
Tahun Terbit
2025
Pengarang

Annisa Bilqis - Nama Orang
HUTAHURUK, Syahrial M. - Nama Orang

No. Panggil
S25030fk
Penerbit
Jakarta : Program Pendidikan Dokter Umum S1 Reguler.,
Deskripsi Fisik
xv, 38 hlm. ; 21 x 30 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
SBP Online
Klasifikasi
NONE
Edisi
-
Subjek
Info Detail Spesifik
-
S25030fkS25030fkPerpustakaan FKUITersedia - File Digital
Image of Keberhasilan Pemasangan T-tube pada Pasien Stenosis Subglotis dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya = Efficacy of T-tube Placement in Subglottic Stenosis and Contributing Factors.

Related Collection


WhatsApp

Halo Sobat Medi 👋

Ada pertanyaan atau hal yang bisa kami bantu?

Layanan WA Perpustakaan FKUI
Senin - Jumat 08.00 - 16.00 WIB
Pesan yang masuk di luar waktu operasional (di atas) akan direspon pada hari kerja berikutnya.