Tesis
Effect of Soybean Hydrolysate Flakes Supplementation in Improving Hemoglobin Level among Anemic Pregnant Women in Bandung City = Pengaruh Suplementasi Flake Hidrolisat Kedelai dalam Meningkatkan Kadar Hemoglobin pada Ibu Hamil Anemia di Kota Bandung.
Anemia during pregnancy remains a significant public health issue in Indonesia, with potential risks for both maternal and fetal health. Nutrition interventions, including Iron-Folic Acid (IFA) supplementation and complementary food-based approaches, are essential strategies in addressing this problem. This study aimed to asses the effect of Soybean Hydrolysate Flakes (SHF) supplementation as a complementary supplement to IFA in improving Hb level of anemic pregnant women in urban area of Bandung City. A quasi-experimental design was employed involving 99 anemic pregnant women who were assigned into intervention (SHF + IFA, n=51) and control (IFA only, n=48) groups. Hb concentrations were assessed at baseline and after the intervention period. Dietary intake data were collected using single 24-hour dietary recalls at baseline and endline. SHF and IFA compliance was monitored through daily reports. The results of the study indicated that there was no statistically significant difference in Hb level improvement between the intervention and control groups. This may have been due to the tendency of participants in the intervention group to replace the consumption of IFA supplements with fortified food, as it was preferred, especially to avoid the side effects of IFA supplements. However beside iron and folate, the intervention group showed higher intake of essential nutrients such as protein, vitamin B12 and zinc. Compliance with IFA supplementation had strong and positive correlation with increase in Hb levels after the intervention, with participants who had higher compliance showing better outcomes. While SHF supplementation did not significantly enhance Hb levels, it positively influenced nutrient intake among pregnant women. Overall, if the primary goal is to improve iron and folate status, enhancing IFA compliance may be the most direct and effective strategy. However, if the goal is to improve overall maternal nutrition, SHF offers additional benefits through improved intake of other essential nutrients. Future interventions should prioritize strategies that improve supplement compliance with a proper nutrition education.
Keywords: Anemia, hemoglobin, nutrient intake, soybean hydrolysate flakes, ironfolic acid, pregnancy
Anemia pada masa kehamilan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, dengan potensi risiko bagi kesehatan ibu maupun janin. Intervensi gizi, termasuk suplementasi Tablet Tambah Darah (TTD) dan pendekatan berbasis makanan pendamping, merupakan strategi penting untuk mengatasi masalah ini. Studi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi Flake Hidrosilat Kedelai (SHF) sebagai suplemen pendamping TTD dalam meningkatkan kadar hemoglobin (Hb) pada ibu hamil anemia di wilayah perkotaan seperti Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan desain kuasieksperimen yang melibatkan 99 ibu hamil anemia yang dibagi menjadi kelompok intervensi (SHF + TTD, n=51) dan kelompok kontrol (hanya TTD, n=48). Konsentrasi hemoglobin diukur pada awal dan akhir masa intervensi. Data asupan makanan dikumpulkan menggunakan recalls makanan 1x24 jam sebelum dan setelah intervensi, sedangkan kepatuhan konsumsi SHF dan TTD dimonitor melalui laporan harian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan secara statistik dalam peningkatan kadar Hb antara kelompok intervensi dan kontrol. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh kecenderungan partisipan di kelompok intervensi untuk menggantikan konsumsi TTD dengan makanan yang difortifikasi, karena lebih disukai, terutama menghindari efek samping dari TTD. Namun selain zat besi dan asam folat, kelompok intervensi menunjukkan asupan protein, vitamin B12 dan seng yang lebih tinggi. Kepatuhan terhadap konsumsi TTD memiliki korelasi positif yang kuat dengan peningkatan kadar Hb setelah intervensi, di mana partisipan dengan kepatuhan tinggi menunjukkan hasil yang lebih baik. Meskipun suplementasi SHF tidak secara signifikan meningkatkan kadar hemoglobin, intervensi ini memberikan pengaruh positif terhadap asupan zat gizi ibu hamil.Jika tujuan utama adalah meningkatkan status zat besi dan folat, maka peningkatan kepatuhan terhadap TTD merupakan strategi yang paling langsung dan efektif. Namun, jika tujuannya adalah memperbaiki status gizi secara menyeluruh, SHF memberikan manfaat tambahan melalui peningkatan asupan zat gizi penting lainnya. Intervensi di masa depan sebaiknya memprioritaskan strategi yang dapat meningkatkan kepatuhan terhadap suplementasi dengan disertai edukasi gizi yang tepat.
Kata kunci: Anemia, hemoglobin, asupan nutrisi, flake hidrolisat kedelai, tablet tambah darah, kehamilan
- Judul Seri
-
-
- Tahun Terbit
-
2025
- Pengarang
-
Naura Delfi Meisara - Nama Orang
Umi Fahmida - Nama Orang
Noer Laily - Nama Orang - No. Panggil
-
T25342fk
- Penerbit
- Jakarta : Master of Nutrition Study Program., 2025
- Deskripsi Fisik
-
xv, 123 hlm. ; 21 x 30 cm
- Bahasa
-
English
- ISBN/ISSN
-
SBP Online
- Klasifikasi
-
T25
- Edisi
-
-
- Subjek
- Info Detail Spesifik
-
Tanpa Hardcopy
| T25342fk | T25342fk | Perpustakaan FKUI | Tersedia - File Digital |
Masuk ke area anggota untuk memberikan review tentang koleksi