Tesis
Penggunaan Video Laringoskop Terhadap Tingkat Keberhasilan Intubasi Pasien Kritis Yang Dilakukan Oleh Tim Medis Reaksi Cepat RSCM = The Use of Video Laryngoscope on the Success Rate of Endotracheal Intubation in Critically Ill Patients by the Rapid Response Medical Team at Cipto Mangunkusumo National General Hospital.
Pendahuluan: Intubasi endotrakeal pada pasien kritis merupakan prosedur yang memiliki tingkat risiko tinggi terhadap komplikasi, terutama ketika dilakukan di luar ruang operasi oleh operator dengan tingkat keahlian bervariasi. Video laringoskop dikembangkan untuk meningkatkan visualisasi glotis dan diharapkan mampu meningkatkan keberhasilan intubasi serta menurunkan angka komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan video laringoskop dibandingkan dengan direk laringoskop dalam intubasi pasien kritis yang dilakukan oleh Tim Medis Reaksi Cepat (TMRC) di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah kohort prospektif yang dilakukan terhadap 68 pasien kritis yang diintubasi oleh TMRC di luar ruang ICU dalam kurun waktu Maret-Mei 2025. Subjek dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan jenis laringoskop yang digunakan: video laringoskop McGrath dan direk laringoskop. Data dikumpulkan mengenai tingkat keberhasilan intubasi, jumlah percobaan, durasi prosedur, dan komplikasi pasca-intubasi. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji chi-square dan uji t tidak berpasangan, dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil: Keberhasilan intubasi yang tinggi tercapai pada kedua kelompok, tanpa perbedaan bermakna secara statistik (p = 1,00). Tidak terdapat perbedaan signifikan dalam jumlah percobaan intubasi maupun durasi intubasi. Komplikasi pasca intubasi seperti hipotensi, bradikardi, desaturasi, dan perdarahan lebih banyak terjadi pada kelompok video laringoskop, meskipun perbedaannya tidak signifikan secara statistik (p > 0,05). Simpulan: Tidak terdapat perbedaan bermakna antara video laringoskop dan direk laringoskop dalam hal keberhasilan intubasi pada pasien kritis. Angka komplikasi cenderung lebih tinggi pada kelompok video laringoskop, yang mungkin disebabkan oleh kurva pembelajaran pelaku intubasi. Studi lanjutan dengan jumlah sampel yang lebih besar dan desain prospektif acak direkomendasikan.
Kata Kunci: video laringoskop, direk laringoskop, intubasi endotrakeal, pasien kritis, komplikasi intubasi, TMRC RSCM.
Background: Endotracheal intubation in critically ill patients is a high-risk procedure for complications, particularly when performed outside the operating room by operators with varying levels of expertise. Video laryngoscopes were developed to improve glottic visualization and are expected to enhance intubation success rates while reducing complication rates. This study aimed to evaluate the effectiveness of video laryngoscopy compared to direct laryngoscopy in critically ill patients intubated by the Rapid Response Medical Team (TMRC) at Cipto Mangunkusumo National General Hospital. Method: A prospective cohort study was conducted involving 68 critically ill patients intubated by TMRC outside the intensive care unit between March and May 2025. Subjects were divided into two groups based on the type oflaryngoscope used: McGrath video laryngoscope and direct laryngoscope. Data collected included intubation success rate, number of attempts, procedure duration, and postintubation complications. Statistical analysis was performed using chi-square test and independent t-test with a significance level of p < 0.05. Results: High intubation success was achieved in both groups, with no statistically significant difference (p = 1 ,00). There was no significant difference in the number of intubation attempts or intubation duration. Post-intubation complications such as hypotension, bradycardia, desaturation, and bleeding occurred more frequently in the video laryngoscope group, although the differences were not statistically significant (p > ,05). Conclusion: There was no significant difference in intubation success between the use of video laryngoscope and direct laryngoscope in critically ill patients. The higher rate of complications in the video laryngoscope group may be attributed to the operator’s learning curve. Further studies with larger sample sizes and randomized prospective designs are recommended.
Keywords: video laryngoscope, direct laryngoscope, endotracheal intubation, critically ill patients, intubation complications, TMRC RSCM.
- Judul Seri
-
-
- Tahun Terbit
-
2025
- Pengarang
-
Kiki Sri Rejeki Agisina - Nama Orang
Sidharta Kusuma Manggala - Nama Orang
Riyadh Firdaus - Nama Orang - No. Panggil
-
T25322fk
- Penerbit
- Jakarta : Program Pendidikan Dokter Spesialis-1 Program Studi Ilmu Anestesiologi dan Terapi Intensif., 2025
- Deskripsi Fisik
-
xviii, 73 hlm., ; 21 x 30 cm
- Bahasa
-
Indonesia
- ISBN/ISSN
-
SBP Online
- Klasifikasi
-
T25
- Edisi
-
-
- Subjek
- Info Detail Spesifik
-
-
| T25322fk | T25322fk | Perpustakaan FKUI | Tersedia - File Digital |
Masuk ke area anggota untuk memberikan review tentang koleksi