Tesis
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Infeksi Berat pada Pasien LES Dewasa di RSCM = Factors Associated with Severe Infections in Systemic Lupus Erythematosus Patients.
Latar Belakang: Infeksi merupakan salah satu komplikasi jangka panjang tersering pada pasien LES, dengan angka morbiditas dan mortalitas yang cukup tinggi. Berbagai studi yang menilai faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian infeksi berat pada pasien LES memberikan hasil yang bervariasi, baik di dalam maupun di luar negeri. Studi mengenai infeksi pada pasien LES dewasa ini belum pernah dilakukan di RSCM. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian infeksi berat pada pasien LES dewasa. Metode: Studi potong lintang (cross-sectional) dilakukan di RSUPN Cipto Mangunkusumo dengan mengambil data rekam medis elektronik (RME) pada periode 2023-2025. Subjek yang diambil adalah pasien LES dewasa berusia ≥18 tahun yang masuk rawat inap dengan diagnosis masuk infeksi baik berat maupun tidak berat. Pasien dengan overlap syndrome, diagnosis HIV dan data tidak lengkap dikeluarkan dari penelitian. Subjek berjumlah 280 pasien LES dewasa. Variabel yang dinilai adalah usia, durasi penyakit LES, keterlibatan organ mayor, kerusakan organ, aktivitas penyakit, hidroksiklorokuin, riwayat steroid dosis pulse, dosis steroid harian, riwayat imunosupresan intravena dan hipokomplementemia. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan SPSS IBM 25. Hasil: Berdasarkan analisis bivariat, variabel yang bermakna dalam kejadian infeksi berat pada pasien LES adalah keterlibatan organ mayor [PR 1,898 IK95% (1,141-3,157), p=0,015], riwayat steroid dosis pulse [PR 1,891 IK95% (0,748-4,781), p=0,243], dosis steroid harian [PR 1,735; IK95% (1,079-2,791), p=0,031] dan riwayat imunosupresan intravena [PR 1,978; IK95% (0,743-5,262), p=0,221]. Berdasarkan analisis multivariat, keterlibatan organ mayor [PR 1,830 IK95% (1,095-3,058), p=0,021] dan dosis steroid harian moderat-tinggi [PR 1,671; IK95% (1,034-2,702), p=0,036] merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian infeksi berat pada pasien LES dewasa. Simpulan: Keterlibatan organ mayor dan dosis steroid harian moderat-tinggi merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian infeksi berat pada pasien LES. Usia, durasi penyakit, kerusakan organ, aktivitas penyakit, hidroksiklorokuin, riwayat steroid dosis pulse, riwayat imunosupresan intravena dan hipokomplementemia tidak berhubungan dengan kejadian infeksi berat pada pasien LES.
Kata kunci: Lupus Eritematosus Sistemik, infeksi
Background: Infection is one of the most common chronic complications in SLE patients with high morbidity and mortality rate. Various studies to assess factors associated with infection in SLE have provided varying results, either in Indonesia or abroad. Study to assess factors associated with infection in SLE populations has yet to be undertaken in RSCM, Indonesia. Objective: to determine factors associated with severe infections in SLE patients. Methods: A cross-sectional study was conducted at Cipto Mangunkusumo Hospital, taking electronic medical record data from 2023 to 2025. Subjects are SLE patients ≥18 years old hospitalized with diagnosis of infection, either severe or non-severe. Patients with overlap syndrome, HIV and incomplete data were excluded from this study. There were 280 adult SLE patients. Variables assessed include age, disease duration, major organ involvement, organ damage, disease activity, hydroxychloroquine use, history of pulse steroid, daily steroid use, history of intravenous immunosuppressant and hypocomplementemia. The collected data were then analyzed using SPSS IBM 25. Results: Based on bivariate analysis, variables that were significant associated with severe infections in SLE patients are major organ involvement [PR 1,898 95%CI (1,141- 3,157), p=0,01 5], pulse steroid [PR 1,891 95%CI (0,748-4,781), p=0,243], daily steroid dose [PR 1,735; 95% CI (1,079-2,791), p=0,031] and intravenous immunosupresant [PR 1,978; 95%CI (0,743-5,262), p=0,221]. Based on multivariate analysis, major organ involvement [PR 1,830 95%CI (1,095-3,058), p=0,021] and moderate-high daily steroid dose [PR 1,671; 95%CI (1,034-2,702), p=0,036] were associated with the occurrence of severe infection in SLE patients. Conclusion: Major organ involvement and moderate-high dose of daily steroid are associated with severe infection in SLE patients. Age, disease duration, organ damage, disease activity, hydroxychloroquine, history ofpulse dose steroid, history ofintravenous immunosuppressant and hypocomplementemia were not proven to be associated with severe infection in SLE patients.
Keywords: Systemic Lupus Erythematosus, infection
- Judul Seri
-
-
- Tahun Terbit
-
2025
- Pengarang
-
Johanda Damanik - Nama Orang
R.M. Suryo Anggoro Kusumo Wibowo - Nama Orang
Robert Sinto - Nama Orang
Ikhwan Rinaldi - Nama Orang - No. Panggil
-
T25221fk
- Penerbit
- Jakarta : Sp-2 Ilmu Penyakit Dalam., 2025
- Deskripsi Fisik
-
xviii, 68 hlm., ; 21 x 30 cm
- Bahasa
-
Indonesia
- ISBN/ISSN
-
-
- Klasifikasi
-
T25
- Edisi
-
-
- Subjek
- Info Detail Spesifik
-
-
| T25221fk | T25221fk | Perpustakaan FKUI | Tersedia - File Digital |
Masuk ke area anggota untuk memberikan review tentang koleksi