Tesis
Hubungan Antara Posisi Tubuh Dengan Ekskursi dan Fraksi Penebalan Diafragma pada Anak Dengan Palsi Serebral Spastik Kuadriplegia = The relationship between body position and diaphragm excursion and thickening fraction in children with spastic quadriplegia cerebral palsy.
Latar Belakang: Gangguan pada sistem respirasi sering kali menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak dengan palsi serebral spastik kuadriplegia, di mana kelemahan otot diafragma berkontribusi pada masalah pernapasan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa posisi tubuh dapat mempengaruhi fungsi diafragma sebagai otot respirasi utama, namun belum ada studi yang secara spesifik mengevaluasi hubungan antara posisi tubuh dengan fungsi diafragma pada anak dengan palsi serebral spastik kuadriplegia. Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara posisi tubuh dengan fungsi diafragma yang dinilai dengan ekskursi dan fraksi penebalan diafragma pada anak dengan palsi serebral spastik kuadriplegia. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan desain studi potong lintang. Evaluasi ekskursi dan fraksi penebalan diafragma menggunakan ultrasonografi (USG) yang dilakukan pada tiga posisi tubuh, yaitu supinasi, semi-recumbent, dan posisi duduk. Hasil: Penelitian menunjukkan perbedaan signifikan fraksi penebalan diafragma pada tiga posisi tubuh (p=0,041). Namun, tidak ditemukan perbedaan signifikan ekskursi diafragma pada tiga posisi tubuh (p > 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara posisi tubuh dengan fraksi penebalan diafragma, namun tidak didapatkan hubungan antara posisi tubuh dengan ekskursi diafragma pada anak dengan palsi serebral spastik kuadriplegia.
Kata kunci: serebral palsi spastik kuadriplegia, posisi tubuh, ultrasonografi diafragma, ekskursi diafragma, fraksi penebalan diafragma
Background: Respiratory system disorders are often a major cause of morbidity and mortality in children with spastic quadriplegic cerebral palsy, where weakness of the diaphragm muscle contributes to breathing problems. Although studies have indicated that body position can affect the function of the diaphragm as the main respiratory muscle, no studies have specifically compared diaphragm function between different body positions in children with spastic quadriplegic cerebral palsy. Objective: This study aims to evaluate whether diaphragm function, assessed by diaphragm excursion and thickening fraction, differs among three different body positions in children with spastic quadriplegic cerebral palsy. Methods: This research uses an analytical observational design with a crosssectional study approach. Diaphragm excursion and thickening fraction were assessed using ultrasonography (USG) in three body positions: supine, semirecumbent, and sitting. Results: The research showed a significant difference in diaphragm thickening fraction across the three body positions (p=0.041). However, no significant difference was found in diaphragm excursion across the three body positions (p > 0.05). Conclusion: The diaphragm thickening fraction increases in more upright postures (sitting and semi-recumbent versus supine) in children with spastic quadriplegic cerebral palsy. However, no relationship was found between body position and diaphragm excursion in these population.
Keywords: spastic quadriplegic cerebral palsy, positioning, diaphragm ultrasound, diaphragm excursion, diaphragm thickening fraction
- Judul Seri
-
-
- Tahun Terbit
-
2024
- Pengarang
-
Preciella Chandra - Nama Orang
Rizky Kusuma Wardhani - Nama Orang
Luh Karunia Wahyuni - Nama Orang
Ferdi Afian - Nama Orang - No. Panggil
-
T24642fk
- Penerbit
- Jakarta : Program Studi Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi., 2024
- Deskripsi Fisik
-
xvii, 116 hlm. ; 21 x 30 cm
- Bahasa
-
Indonesia
- ISBN/ISSN
-
SBP Online
- Klasifikasi
-
T24
- Edisi
-
-
- Subjek
- Info Detail Spesifik
-
Tanpa Hardcopy
| T24642fk | T24642fk | Perpustakaan FKUI | Tersedia |
Masuk ke area anggota untuk memberikan review tentang koleksi