Tesis

A retrospective survival study of experience starting low-dose Pazopanib in metastatic renal cell carcinoma: Is higher always better? = Studi retrospektif tentang pemberian awal Pazopanib dosis rendah untuk karsinoma sel ginjal metastatik: apakah dosis tinggi selalu lebih baik?

Background: Pazopanib is approved as one of the first-line targeted therapy options for metastatic renal cell carcinoma (mRCC) patients. It is typically started at a dose of 800 mg once daily. Nevertheless, maintenance is challenging because it was not well tolerated due to the patients' poorer general condition and the occurrence of treatment-related adverse effects. Only a few studies have investigated the optimal dosage regimen. Whether a lower dose of Pazopanib is as effective as the standard dose in achieving clinical benefit remains unclear. Methods: This is among the first pilot studies aiming to evaluate the outcome of mRCC patients who started treatment with 400 mg Pazopanib. Patients treated with low dose Pazopanib in a national cancer hospital between 2019 and 2024 were retrospectively analyzed for demographic characteristics, adverse effects, and survival rate estimated by the Kaplan-Meier method. Results: A total of 43 patients (aged 21-77 years old) were evaluated, 67.9% were male, with 48.8% of patients developed one site of metastasis, and liver was the most frequent site. After a mean follow-up of 15.1 (± 7.1) months, 18 (41.9%) patients have died. Mean radiographic progression-free survival (rPFS) and overall survival (OS) were 14.6 (95% confidence interval (CI)=11.6-17.6) months and 23.5 (95% CI=19.3-27.7) months, respectively. Adverse effects led to discontinuation of treatment in only 3 (6.97%) patients. While 27.9% of patients had no adverse effects, the most common detrimental symptoms were nausea and vomiting (25.6%). Conclusions: Compared with previous studies, our results may suggest that starting with 400 mg Pazopanib has an acceptable survival rate and patients’ compliance advantage with tolerable adverse effects. Thus, deciding to start low dose Pazopanib in mRCC patients might be a revolutionary option.
Keywords: Pazopanib, tyrosine kinase inhibitor, metastatic renal cell carcinoma, survival rate


Latar Belakang: Pazopanib disetujui sebagai salah satu pilihan terapi target lini pertama untuk pasien karsinoma sel ginjal metastatik (mRCC). Obat ini umumnya diberikan dengan dosis awal 800 mg sekali sehari. Namun, pemeliharaan terapi seringkali menjadi tantangan karena tolerabilitas yang rendah akibat kondisi umum pasien yang buruk dan munculnya efek samping terkait pengobatan. Hanya sedikit studi yang telah meneliti rejimen dosis optimal. Apakah dosis lebih rendah dari Pazopanib sama efektifnya dengan dosis standar dalam mencapai manfaat klinis masih belum jelas Metode: Ini merupakan salah satu studi perintis yang bertujuan mengevaluasi luaran pasien mRCC yang memulai pengobatan dengan Pazopanib 400 mg. Pasien yang mendapatkan Pazopanib dosis rendah di rumah sakit kanker nasional antara tahun 2019 hingga 2024 dianalisis secara retrospektif untuk karakteristik demografis, efek samping, dan tingkat kesintasan yang diestimasi dengan metode Kaplan-Meier. Hasil: Sebanyak 43 pasien (usia 21–77 tahun) dievaluasi; 67,9% adalah laki-laki, dengan 48,8% pasien memiliki satu lokasi metastasis, dan hati merupakan lokasi yang paling sering. Setelah rata-rata tindak lanjut selama 15,1 (± 7,1) bulan, 18 (41,9%) pasien dilaporkan meninggal. Ratarata radiographic progression-free survival (rPFS) dan overall survival (OS) masing-masing adalah 14,6 bulan (interval kepercayaan 95% (IK) = 11,6–17,6) dan 23,5 bulan (IK 95% = 19,3– 27,7). Efek samping yang menyebabkan penghentian pengobatan hanya terjadi pada 3 (6,97%) pasien. Sebanyak 27,9% pasien tidak mengalami efek samping, sedangkan gejala merugikan yang paling umum adalah mual dan muntah (25,6%). Kesimpulan: Dibandingkan dengan studi sebelumnya, hasil kami dapat menunjukkan bahwa memulai pengobatan dengan Pazopanib 400 mg memiliki tingkat kesintasan yang dapat diterima serta keuntungan dalam hal kepatuhan pasien dengan efek samping yang masih dapat ditoleransi. Dengan demikian, keputusan untuk memulai Pazopanib dosis rendah pada pasien mRCC mungkin menjadi opsi yang inovatif.
Kata kunci: Pazopanib, penghambat tirosin kinase, karsinoma sel renal metastatik, tingkat kesintasan

Judul Seri
-
Tahun Terbit
2025
Pengarang

Febriyani - Nama Orang
Ikhlas Arief Bramono - Nama Orang
Rachmat Budi Santoso - Nama Orang
Edward Usfie Harahap - Nama Orang

No. Panggil
T25123fk
Penerbit
Jakarta : Program Pendidikan Dokter Spesialis Urologi.,
Deskripsi Fisik
xi, 12 hlm., 21 x 30 cm
Bahasa
English
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
T25
Edisi
-
Subjek
Info Detail Spesifik
Tanpa Hardcopy
T25123fkT25123fkPerpustakaan FKUITersedia - File Digital
Image of A retrospective survival study of experience starting low-dose Pazopanib in metastatic renal cell carcinoma: Is higher always better? = Studi retrospektif tentang pemberian awal Pazopanib dosis rendah untuk karsinoma sel ginjal metastatik: apakah dosis tinggi selalu lebih baik?

Related Collection


WhatsApp

Halo Sobat Medi 👋

Ada pertanyaan atau hal yang bisa kami bantu?

Layanan WA Perpustakaan FKUI
Senin - Jumat 08.00 - 16.00 WIB
Pesan yang masuk di luar waktu operasional (di atas) akan direspon pada hari kerja berikutnya.