Tesis

Hubungan Antara Variabilitas Laju Jantung dan Risiko Bunuh Diri pada Pasien dengan Gangguan Jiwa di Rawat Inap Psikiatri = The Relationship between Heart Rate Variability and Suicide Risk in Psychiatric Inpatients with Mental Disorders.

Latar Belakang: Bunuh diri merupakan masalah kesehatan masyarakat global yang serius, termasuk di Indonesia. Penilaian risiko bunuh diri yang akurat dan tepat waktu sangat penting untuk intervensi pencegahan yang efektif. Metode konvensional, seperti kuesioner dan wawancara klinis, memiliki keterbatasan dalam sensitivitas dan spesifisitas. Penelitian ini didasarkan pada hipotesis bahwa variabilitas laju jantung (HRV), sebagai indikator fisiologis dari regulasi sistem saraf otonom, dapat memberikan informasi tambahan yang berharga dalam penilaian risiko bunuh diri Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara variabilitas laju jantung (HRV) dan risiko bunuh diri. Secara khusus, penelitian ini mencoba: 1) memvalidasi pengukuran HRV menggunakan wearable device dibandingkan dengan EKG standar; 2) mengidentifikasi domain HRV yang berhubungan signifikan dengan skor risiko bunuh diri; dan 3) menyelidiki hubungan antara HRV dengan profil pasien. Data & Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain dua tahap. Tahap pertama melibatkan validasi konkuren pengukuran HRV menggunakan wearable device dan EKG pada 15 individu sehat. Tahap kedua merupakan studi observasional prospektif pada 10 pasien rawat inap psikiatri dengan gangguan jiwa yang memiliki risiko bunuh diri. HRV dan skor C-SSRS dikumpulkan pada tiga waktu berbeda (hari pertama, keempat dan ketujuh perawatan). Hasil: Hasil validasi menunjukkan korelasi yang kuat dan signifikan antara pengukuran HRV menggunakan wearable device dan EKG unipolar. Analisis pada pasien rawat inap menunjukkan bahwa, meskipun tidak terdapat perbedaan rerata HRV yang signifikan antar waktu pengamatan, beberapa metrik HRV domain frekuensi menunjukkan korelasi negatif yang signifikan dengan skor C-SSRS, mengindikasikan bahwa penurunan HRV mungkin berhubungan dengan peningkatan risiko bunuh diri. Analisis lebih lanjut mengeksplorasi hubungan antara HRV, karakteristik demografis pasien, dan diagnosis psikiatrik. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan potensi penggunaan wearable device dalam pemantauan HRV sebagai alat tambahan dalam penilaian risiko bunuh diri pada pasien rawat inap psikiatri. Temuan ini mendukung kebutuhan penelitian lanjutan dengan ukuran sampel yang lebih besar, kontrol terhadap variabel confounding, dan eksplorasi lebih mendalam mekanisme neurofisiologis yang mendasari hubungan antara HRV dan risiko bunuh diri.
Kata Kunci: Bunuh Diri, Variabilitas Laju Jantung, Wearable Device, Pemantauan, Psikiatri


Background: Suicide is a serious global public health issue, including in Indonesia. Accurate and timely assessment of suicide risk is crucial for effective prevention interventions. Conventional methods, such as questionnaires and clinical interviews, have limitations in sensitivity and specificity. This research is based on the hypothesis that heart rate variability (HRV), as a physiological indicator of autonomic nervous system regulation, can provide valuable additional information in assessing suicide risk. Objectives: This study aims to examine the relationship between heart rate variability (HRV) and suicide risk. Specifically, this research seeks to: 1) validate HRV measurements using wearable devices compared to standard ECG; 2) identify HRV domains that significantly correlate with suicide risk scores; and 3) investigate the relationship between HRV and patient profiles. Data & Methodology: This study uses a two-phase design. The first phase involves concurrent validation of HRV measurements using a wearable device and ECG in 15 healthy individuals. The second phase is a prospective observational study on 10 psychiatric inpatients with mental disorders who are at risk of suicide. HRV and C-SSRS scores were collected at three different time points (on the first, fourth, and seventh days of treatment). Results: Validation results showed a strong and significant correlation between HRV measurements using wearable devices and unipolar ECG. Analysis of psychiatric inpatients indicated that, although there were no significant differences in mean HRV across the observation times, several frequency domain HRV metrics showed significant negative correlations with C-SSRS scores, suggesting that decreased HRV may be associated with an increased risk of suicide. Further analysis explored the relationship between HRV, patient demographic characteristics, and psychiatric diagnoses. Conclusion: This study demonstrates the potential use of wearable devices in monitoring HRV as an additional tool in assessing suicide risk in psychiatric inpatients. These findings support the need for further research with larger sample sizes, control of confounding variables, and a deeper exploration of the neurophysiological mechanisms underlying the relationship between HRV and suicide risk.
Keywords: Suicide, Heart Rate Variability, Wearable Device, Monitoring, Psychiatry

Judul Seri
-
Tahun Terbit
2025
Pengarang

Rayhan Maditra Indrayanto - Nama Orang
Kristiana Siste - Nama Orang
Gina Anindyajati - Nama Orang
Khamelia Malik - Nama Orang

No. Panggil
T25082fk
Penerbit
Jakarta : Program Pendidikan Dokter Spesialis Bidang Studi Ilmu Kedokteran Jiwa.,
Deskripsi Fisik
xvi, 90 hlm., ; 21 x 30 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
T25
Edisi
-
Subjek
Info Detail Spesifik
Tanpa Hardcopy
T25082fkT25082fkPerpustakaan FKUITersedia - File Digital
Image of Hubungan Antara Variabilitas Laju Jantung dan Risiko Bunuh Diri pada Pasien dengan Gangguan Jiwa di Rawat Inap Psikiatri = The Relationship between Heart Rate Variability and Suicide Risk in Psychiatric Inpatients with Mental Disorders.

Related Collection


WhatsApp

Halo Sobat Medi 👋

Ada pertanyaan atau hal yang bisa kami bantu?

Layanan WA Perpustakaan FKUI
Senin - Jumat 08.00 - 16.00 WIB
Pesan yang masuk di luar waktu operasional (di atas) akan direspon pada hari kerja berikutnya.