Tesis

Perbandingan Hasil Temuan Pemeriksaan USG dan Ct Scan pada Kanker Ovarium Stadium Lanjut di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo.

Latar Belakang: Kanker ovarium tetap menjadi salah satu penyebab utama kematian akibat kanker ginekologi karena biasanya terdeteksi pada stadium lanjut. Metode diagnostik seperti ultrasonografi (USG) dan computed tomography (CT) umumnya digunakan, dengan CT lebih disukai karena sensitivitas dan spesifikitasnya yang lebih tinggi. Namun, terbatasnya ketersediaan CT di daerah dengan sumber daya terbatas memerlukan evaluasi terhadap kelayakan diagnostik USG, terutama untuk mendeteksi keganasan ovarium stadium lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan akurasi diagnostik USG dan CT dalam mendeteksi massa adnexa, asites, keterlibatan kelenjar getah bening (KGB), omental cake, dan metastasis jauh pada kanker ovarium stadium lanjut. Metode: Penelitian ini merupakan studi potong lintang komparatif yang dilakukan di RSUP Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Indonesia, dari Januari 2021 hingga September 2024. Penelitian ini melibatkan 70 pasien dengan kanker ovarium stadium lanjut yang telah terkonfirmasi secara histologis (stadium III dan IV) yang menjalani pemeriksaan USG dan CT sebelum tindakan bedah. Ukuran kinerja diagnostik, termasuk sensitivitas, spesifisitas, nilai prediktif positif (PPV), dan nilai prediktif negatif (NPV), dihitung untuk masingmasing modalitas, dengan temuan bedah sebagai standar emas. Analisis statistik dilakukan menggunakan perangkat lunak SPSS, dengan nilai signifikansi ditetapkan pada p < 0,05. Hasil: Kedua metode pencitraan menunjukkan spesifisitas (100%) dan PPV yang tinggi untuk deteksi massa adnexa, menunjukkan keandalan dalam mengonfirmasi kasus positif. Namun, CT menunjukkan sensitivitas dan akurasi yang superior pada sebagian besar parameter, terutama untuk asites (sensitivitas: 93,94%), keterlibatan kelenjar getah bening (56%), dan metastasis jauh (36,67%). Sebaliknya, USG memiliki sensitivitas yang lebih rendah, terutama untuk mendeteksi metastasis jauh (6,67%), tetapi tetap mempertahankan spesifisitas yang tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun USG efektif untuk penilaian awal, CT lebih disukai untuk penentuan stadium yang lebih rinci. Kesimpulan: Penelitian ini mengonfirmasi bahwa CT lebih unggul dibandingkan USG dalam penentuan stadium kanker ovarium secara komprehensif, terutama untuk deteksi indikator metastasis. Namun, USG dapat berperan sebagai alat diagnostik awal yang berharga karena aksesibilitas dan biaya yang lebih rendah, terutama di daerah dengan keterbatasan sumber daya. Pendekatan multimodal, yang mengintegrasikan USG untuk skrining awal dan CT untuk konfirmasi, dapat mengoptimalkan hasil diagnostik. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk meningkatkan sensitivitas USG guna mengurangi kesenjangan diagnostik di daerah yang kurang terlayani.
Kata kunci: Kanker ovarium, ultrasonografi, computed tomography, akurasi diagnostik, kanker stadium lanjut.


Background: Ovarian cancer remains a leading cause of gynecological cancer mortality due to its typically late-stage diagnosis. Current diagnostic methods include ultrasonography (USG) and computed tomography (CT), with CT generally favored for its higher sensitivity and specificity. However, CT's limited availability in resource-poor settings raises the need to assess USG’s diagnostic viability in detecting advanced ovarian malignancies. This study aims to compare the diagnostic accuracy of USG and CT in detecting adnexal masses, ascites, lymph node involvement, omental cake, and distant metastasis in advanced-stage ovarian cancer. Methods: A cross-sectional comparative study was conducted at Dr. Cipto Mangunkusumo National General Hospital, Jakarta, Indonesia, from January 2021 to December 2023. The study included 70 patients with histologically confirmed advanced ovarian cancer (FIGO stages III and IV) who underwent both USG and CT prior to surgical intervention. Diagnostic performance measures, including sensitivity, specificity, positive predictive value (PPV), and negative predictive value (NPV), were calculated for each modality, using surgical findings as the gold standard. Statistical analysis was performed using SPSS software, with significance set at p < 0.05. Results: Both imaging methods demonstrated high specificity (100%) and PPV for adnexal mass detection, indicating reliability in confirming positive cases. However, CT showed superior sensitivity and accuracy across most parameters, particularly for ascites (sensitivity: 93.94%), lymph node involvement (56%), and distant metastasis (36.67%). In comparison, USG had lower sensitivity, especially for distant metastases (6.67%), but maintained high specificity. These findings suggest that while USG is effective for initial assessment, CT is preferred for detailed staging. Conclusions: This study confirms CT’s superiority over USG in comprehensive ovarian cancer staging, particularly for detecting metastatic indicators. However, USG’s accessibility and affordability support its role as an initial diagnostic tool, especially in resource-limited settings. A multimodal approach, integrating USG for preliminary screening with CT for confirmation, may optimize diagnostic outcomes. Further research should focus on enhancing USG’s sensitivity to bridge the diagnostic gap in underserved regions.
Keywords: Ovarian cancer, ultrasonography, computed tomography, diagnostic accuracy, advanced-stage cancer.

Judul Seri
-
Tahun Terbit
2024
Pengarang

Gatot Purwoto - Nama Orang
Dhanasari Vidiawati Sanyoto - Nama Orang
Trifonia Pingkan Siregar - Nama Orang

No. Panggil
T24619fk
Penerbit
Jakarta : Sp-2 Departemen Obstetri dan Ginekologi.,
Deskripsi Fisik
xvi, 83 hlm., ; 21 x 30 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Edisi
-
Subjek
Info Detail Spesifik
Tanpa Hardcopy
T24619fkT24619fkPerpustakaan FKUITersedia
Image of Perbandingan Hasil Temuan Pemeriksaan USG dan Ct Scan pada Kanker Ovarium Stadium Lanjut di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo.

Related Collection


WhatsApp

Halo Sobat Medi 👋

Ada pertanyaan atau hal yang bisa kami bantu?

Layanan WA Perpustakaan FKUI
Senin - Jumat 08.00 - 16.00 WIB
Pesan yang masuk di luar waktu operasional (di atas) akan direspon pada hari kerja berikutnya.