Skripsi

Hubungan Komposisi Tubuh dengan Kendali Glikemik pada Pasien DMT2 di Puskesmas DKI Jakarta.

Latar Belakang Prevalensi diabetes melitus tipe 2 (DMT2) terus meningkat setiap tahunnya, dengan DKI Jakarta memiliki angka prevalensi lebih tinggi dibandingkan nasional. Insidensi DMT2 dipengaruhi oleh berbagai fator, salah satunya adalah komposisi tubuh (persentase lemak tubuh tinggi/rendah, massa otot tinggi/rendah, lemak viseral tinggi/rendah). Namun, hubungan antara komposisi tubuh dan kendali glikemik pada pasien DMT2 di DKI Jakarta belum diketahui. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara kategori komposisi tubuh dengan kendali glikemik berdasarkan kategori HbA1c (terkontrol/tidak terkontrol) pada pasien DMT2 di Puskesmas DKI Jakarta. Metode Penelitian potong lintang ini menggunakan data sekunder dari 188 pasien DMT2 berusia 20-65 tahun di 10 Puskesmas DKI Jakarta (Agustus 2020-Juni 2021). Hubungan antara komposisi tubuh dan HbA1c dianalisis menggunakan uji chi-square dengan p < 0,05 dianggap signifikan. Hasil Terdapat hubungan signifikan antara persentase lemak tubuh dan HbA1c pada laki-laki (OR= 6,00; P= 0,014). Tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara persentase lemak tubuh dan HbA1c pada perempuan. Tidak ditemukan antara massa otot dan lemak viseral dengan HbA1c pada kedua kelompok gender (p > 0,05). Kesimpulan Persentase lemak tubuh berhubungan dengan kendali glikemik pada laki-laki, tetapi tidak pada perempuan. Massa otot dan lemak viseral tidak berhubungan dengan HbA1c pada kedua gender. Hasil ini menunjukkan perlunya pendekatan yang spesifik berdasarkan gender dalam pengelolaan komposisi tubuh pada pasien DMT2.
Kata Kunci: Persentase lemak tubuh, Massa otot, Lemak visceral, HbA1c, Indonesia


Introduction The prevalence of type 2 diabetes mellitus (T2DM) continues to increase each year, with DKI Jakarta having a prevalence rate higher than the national average. The incidence of T2DM is influenced by various factors, one of which is body composition (high/low body fat percentage, high/low muscle mass, high/low visceral fat). However, the relationship between body composition and glycemic control in T2DM patients in DKI Jakarta is not yet known. Therefore, this study aims to evaluate the relationship between body composition categories and glycemic control based on HbA1c categories (controlled/uncontrolled) in T2DM patients at community health centers (Puskesmas) in DKI Jakarta. Method This cross-sectional study utilized secondary data from 188 T2DM patients aged 20-65 years from 10 Puskesmas in DKI Jakarta (August 2020 - June 2021). The relationship between body composition and HbA1c was analyzed using the chi-square test, with p < 0.05 considered significant. Results There was a significant relationship between body fat percentage and HbA1c in men (OR: 6.00; p = 0.014). No significant relationship was found between body fat percentage and HbA1c in women. Additionally, there was no significant relationship between muscle mass and visceral fat with HbA1c in both gender groups (p > 0.05). Conclusion Body fat percentage is associated with glycemic control in men but not in women. Muscle mass and visceral fat are not related to HbA1c in both genders. These results indicate the need for a gender-specific approach in managing body composition in T2DM patients.
Keywords: Body fat percentage, Muscle mass, Visceral fat, HbA1c, Indonesia

Judul Seri
-
Tahun Terbit
2024
Pengarang

Aisyah Lathifah - Nama Orang
Dicky Levenus Tahapary - Nama Orang

No. Panggil
S24101fk
Penerbit
Jakarta : Program Pendidikan Dokter Umum S1 Reguler.,
Deskripsi Fisik
xiv, 51 hlm., ; 21 x 30 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
SBP Online
Klasifikasi
NONE
Edisi
-
Subjek
Info Detail Spesifik
-
S24101fkS24101fkPerpustakaan FKUITersedia
Image of Hubungan Komposisi Tubuh dengan Kendali Glikemik pada Pasien DMT2 di Puskesmas DKI Jakarta.

Related Collection


WhatsApp

Halo Sobat Medi 👋

Ada pertanyaan atau hal yang bisa kami bantu?

Layanan WA Perpustakaan FKUI
Senin - Jumat 08.00 - 16.00 WIB
Pesan yang masuk di luar waktu operasional (di atas) akan direspon pada hari kerja berikutnya.