Skripsi
Gambaran Pengetahuan Mahasiswa Rumpun Ilmu Kesehatan Universitas Indonesia 2024/2025 tentang Penyakit Multiple Sklerosis dan Neuromyelitis Optika = Knowledges of Multiple Sclerosis and Neuromyelitis Optic among Undergraduate Health Students in Indonesia.
Multiple sklerosis (MS) dan neuromyelitis optika (NMO) adalah penyakit autoimun inflamasi pada susunan saraf pusat yang berpotensi menimbulkan kecacatan. Penyakit ini tergolong langka di Indonesia namun jumlah kasusnya semakin meningkat. Penegakan diagnosis dan terapi sedini mungkin dapat menurunkan risiko kecacatan sehingga penting untuk meningkatkan kesadaran calon tenaga kesehatan primer terkait penyakit tersebut. Studi desain potong lintang ini menggunakan teknik wawancara kuesioner yang disusun dan dibagi atas MS dan NMO sebanyak masing-masing 13 dan 11 pertanyaan biner dan dibagikan daring kepada 182 mahasiswa Rumpun Ilmu Kesehatan Universitas Indonesia (RIK UI) yaitu fakultas kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, keperawatan, dan kesehatan masyarakat. Kuesioner dilakukan uji validasi internal (Pearson product moment) dan reliabilitas (Cronbach’s alpha) serta analisis univariat untuk mengetahui distribusi hasil data. Kuesioner dianggap valid dengan reliabilitas yang rendah. Responden didominasi perempuan (148 (81 ,3%)) dengan usia 20 tahun (18-23 tahun). Terdapat 112 (61 ,5%) dan 65 (35,7%) responden yang masing-masing pernah mendengar dan mempelajari penyakit MS serta 40 (22,0%) dan 21 (11 ,5%) untuk NMO. Fakultas Kedokteran memiliki pengetahuan lebih tinggi pada MS (52,4%) di tingkat 3 (42,9%), sedangkan NMO (45,5%) di tingkat 4 (54,5%). Berdasarkan pertanyaan-pertanyaan MS, tiga pertanyaan dengan jawaban benar tertinggi adalah mengenai penularan (92.9%), komplikasi disabilitas (92,3%), dan definisi (90,1%), sedangkan tiga pertanyaan jawaban benar yang rendah adalah dominasi jenis kelamin pengidap MS (42,3%), jaminan kesehatan dan kekambuhan penyakit MS (keduanya 48,9%). Berdasarkan pertanyaan-pertanyaan NMO, tiga pertanyaan dengan jawaban benar tertinggi adalah uji diagnosis (95,1%), definisi (92,6%) dan penularan (91 ,2%), sedangkan pertanyaan jawaban benar terendah adalah mengenai gejala (40,7%), hubungan kebiasaan merokok (53.3%) dan peran protektif vitamin D (64,8%). Pengetahuan mahasiswa RIK UI tergolong sedang hingga buruk mengenai penyakit MS dan NMO. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kesadaran terkait penyakit MS dan NMO pada populasi tersebut.
Kata Kunci: Indonesia, mahasiswa kesehatan, multiple sklerosis, neuromyelitis optika, pengetahuan
Multiple sclerosis (MS) and neuromyelitis optic spectrum disorder (NMOSD) are inflammatory autoimmune diseases of central nervous system (CNS) that can cause disability. Though rare in Indonesia, cases have been increasingly detected in these recent years, particularly in young adult females. Consequently, it is necessary to raise awareness among the future primary healthcare providers, who will be the first line of detection. This cross-sectional study used interview techinques with developed questionnaire divided into MS and NMO sections with 13 and 11 binary questions, respectively. It was distributed online to 182 Health Sciences students at the University of Indonesia. Internal validation (Pearson Product Moment) and reliability (Cronbach’s alpha) tests were conducted, followed by univariate analysis to assess data distribution. The questionnaire showed good validity but low reliability. Respondents were predominantly female (148 (81,3%)) of 21 (18–23 years old). There were 112 (61,5%) and 65 (35,7%) respondents who had ever heard and studied regarding MS and also 40 (22,0%) and 21 (11,5%) respondents for NMO. Faculty of Medicine has better knowledge either MS (34,1%) mostly in 3 rd year (42,9%) or NMO (33,9%) mostly in 4th year (54,5%). Based on MS questions, three highest right answer were about the contagious (92,9%), disability complication (92,3%), and MS as CNS disease (90,1%), whereas three lowest right answers were the common gender of MS patients (42,3%), government insurance covering, and the relapse of MS (both 48,9%). Based on NMOSD questions, three highest right answer were about the diagnosis test (95,1%), NMOSD as CNS disease (92,6%), and noncontagious nature (91,2%), whereas three lowest right answers were about the symptoms (40,7%), its smoke association (53,3%), and vitamin D as protective role (64,8%). Undergraduate health students generally have bad knowledge of MS and NMO, therefore awareness among them needs improvement.
Keywords: Health students, Indonesia, knowledge, multiple sclerosis, neuromyelitis optica
- Judul Seri
-
-
- Tahun Terbit
-
2024
- Pengarang
-
Gita Ambarsari - Nama Orang
Riwanti Estiasari - Nama Orang - No. Panggil
-
S24059fk
- Penerbit
- Jakarta : Program Pendidikan Dokter Umum S1 Reguler., 2024
- Deskripsi Fisik
-
xv, 91 hlm. ; 21 x 30 cm
- Bahasa
-
Indonesia
- ISBN/ISSN
-
SBP Online
- Klasifikasi
-
NONE
- Edisi
-
-
- Subjek
- Info Detail Spesifik
-
-
| S24059fk | S24059fk | Perpustakaan FKUI | Tersedia |
Masuk ke area anggota untuk memberikan review tentang koleksi