Tesis
Luaran Pasien Pascatindakan Bronkoskopi dan Faktor Risiko Yang Memengaruhi = Patients Outcome Post Bronchoscopy Procedure and Risk Factor Related.
Latar belakang: Bronkoskopi merupakan prosedur yang relatif aman. Komplikasi terbanyak terjadi pada pasien dengan penyakit komorbid dan pada pasien yang menjalani prosedur tindakan intervensi yang lebih banyak. Komplikasi utama mencakup pneumotoraks, perdarahan dan kegagalan pernapasan. Meskipun sebagian besar pasien dapat menoleransi bronkoskopi dengan baik, namun diperlukan persiapan prabronkoskopi dengan menilai status kardiovaskular dan ASA untuk menilaian faktor risiko, pemilihan prosedur intervensi saat bronkoskopi dan pemantauan klinis pasien sangat diperlukan. Metode: Penelitian merupakan studi kohort observasional dengan pendekatan prospektif dan dilakukan analisis pada faktor risiko menggunakan total 262 subjek pasien yang menjalani prosedur bronkoskopi di RSUP Persahabatan. Kemudian dilakukan pencatatan kerakteristik individu, karakteristik klinis dan karakteristik tindakan intervensi selama bronkoskopi dan dilanjutkan dengan peninjauan pada penilaian luaran yaitu kematian, perawatan ruang intensif dan komplikasi. Hasil: Dari total seluruh subjek, terdapat 31 pasien (11,8%) menjalani perawatan di ruang intensif pascabronkoskopi, 166 pasien (63,4%) mengalami komplikasi bronkoskopi dan 2 pasien (0,8%) yang meninggal dalam waktu 24 jam pascabronkoskopi. Berdasarkan analisis regresi logistik, didapatkan variabel penggunaan steroid intravena sebelum tindakan, jenis bronkoskop, status gawat napas dan lama tindakan bronkoskopi memengaruhi perawatan ruang intensif pasca bronkoskopi serta indikasi bronkoskopi, penggunaan steroid intravena sebelum tindakan dan jumlah tindakan intervensi selama prosedur bronkoskopi merupakan variabel yang memengaruhi komplikasi pada bronkoskopi. Kesimpulan: Bronkoskopi merupakan tindakan yang aman dengan angka kematian yang rendah. Namun peningkatan kebutuhan perawatan pascabronkoskopi serta komplikasi masih bisa terjadi. Untuk meminimalkan risiko peningkatan kebutuhan perawatan dan komplikasi dibutuhkan penilaian prabronkoskopi dengan memerhatikan beberapa variabel yaitu indikasi, penggunaan steroid intravena sebelum tindakan, jenis bronkoskop, status gawat napas dan jumlah tindakan intervensi.
Kata kunci: Bronkoskopi, komplikasi, mortalitas, ruang intensif
Background: Bronchoscopy is a relatively safe procedure. The most complications occur in patients with comorbid diseases and in patients who undergo more interventional procedures. Major complications include pneumothorax, bleeding and respiratory failure. Although most patients tolerate bronchoscopy well, prebronchoscopy preparation by assessing cardiology status and ASA to assess risk factors, selection of interventional procedures Method: This study is an observational cohort study with a prospective approach and analysis of risk factors was carried out using a total of 262 patient subjects who underwent bronchoscopy procedures at Persahabatan Hospital. Then individual characteristics, clinical characteristics and characteristics of interventions during bronchoscopy were recorded and continued with statistical analysis. Results: Of the total subjects, 31 patients (11.8%) underwent treatment in the intensive care unit after bronchoscopy, 166 patients (63.4%) experienced bronchoscopy complications and 2 patients (0.8%) died within 24 hours after bronchoscopy. Based on logistic regression analysis, it was found that the variables of the use of intravenous steroids before procedure, type of bronchoscope, respiratory distress status and duration of the bronchoscopy procedure were risk factor for the outcome of intensive care after bronchoscopy as well as indications for bronchoscopy, the use of intravenous steroids before the procedure and number of interventions during the bronchoscopy procedure were risk factor for complications on bronchoscopy. Conclusion: Bronchoscopy is a safe procedure with a low mortality rate. However, the need for post-bronchoscopy intensive care and complications can still occur. To minimize the risk of increased need for treatment and complications, a prebronchoscopy assessment is needed by paying attention to several variables, such as indication of bronchoscopy, the use of intravenous steroids before the procedure, type of bronchoscope, respiratory distress status and number of interventions.
Keywords: Bronchoscopy, complication, intensive care, mortality
- Judul Seri
-
-
- Tahun Terbit
-
2024
- Pengarang
-
Vina Fiqria Shinta Dewi - Nama Orang
Menaldi Rasmin - Nama Orang
Prasenohadi - Nama Orang - No. Panggil
-
T24539fk
- Penerbit
- Jakarta : Program Studi Pulmonologi & Ilmu Kedokteran Respirasi., 2024
- Deskripsi Fisik
-
xiii, 75 hlm. ; 21 x 30 cm
- Bahasa
-
Indonesia
- ISBN/ISSN
-
-
- Klasifikasi
-
NONE
- Edisi
-
-
- Subjek
- Info Detail Spesifik
-
Tanpa Hardcopy
| T24539fk | T24539fk | Perpustakaan FKUI | Tersedia |
Masuk ke area anggota untuk memberikan review tentang koleksi