Tesis

Uji diagnostik peak vein velocity ratio vena innominata dan vena jugularis interna kanan dibandingkan venografi pada pasien stenosis vena innominata akibat penggunaan jangka panjang non-cuffed double lumen catheter hemodialisa pada vena jugularis interna kanan = Diagnostic test of peak vein velocity ratio of innominate vein and right internal jugular vein compared to venography in patients with innominate vein stenosis due to long-term use of non-cuffed double lumen catheter hemodialysis in the right internal jugular.

Latar Belakang. Stenosis vena sentral (SVS) banyak ditemukkan pada pasien hemodialisis dengan akses sentral Non cuff catheter double lumen jangka panjang. Penggunaan parameter peak vein velocity ratio (PVVR) dengan USG berpotensi sebagai prediktor terjadinya SVS. Namun, penelitian untu k menilai kemampuan diagnostik PVVR untuk mendeteksi SVS SVS akibat pemakaian jangka Panjang non cuff catheter double lumen belum pernah dilakukan sebelumnya di Indonesia. Tujuan. Studi ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan diagnosis USG menggunakan parameter PVVR untuk mendiagnosis stenosis vena innominate (SVS) yang ditegakkan berdasarkan pemeriksaan venografi pada pasien hemodialisis dengan non-cuffed double lumen catheter IJV kanan jangka panjang. Metode. Studi berdesain potong lintang ini melibatkan 50 pasien dari Poli Bedah RSCM dan RS Hermina Depok periode Agustus-Desember 2024. Pengambilan data menggunakan penelusuran rekam medis, pemeriksaan USG, dan venografi. Analisis bivariat dengan Uji ChiSquare atau Fischer, analisis multivariat dengan regresi logistik multipel, sementara analisis parameter diagnostik dengan tabulasi silang dan kurva ROC. Hasil. SVS ditemukan pada 34 dari 50 pasien. Pada analisis multivariat, diabetes mellitus diasosiasikan dengan SVS (OR 5,159; 95% CI 1,006-26,440; p value 0,049). PVVR memiliki sensitivitas, spesifisitas, positive predictive value (PPV), negative predictive value (NPV), dan akurasi sebesar 64,7%, 75%, 50%, 84,6%, dan 68%, secara berurutan. Nilai ambang batas PVVR terbaik untuk memprediksi SVS adalah 1,65 dengan sensitivitas 97,1% dan spesifisitas 56,2%. Nilai AUC dari PVVR adalah 71%. Simpulan. Pasien end-stage renal disease (ESRD) dengan komorbid diabetes mellitus memiliki faktor resiko 5 kali untuk terjadinya stenosis vena innominata, Prevalensi SVS sekitar 68%. PVVR dapat digunakan sebagai uji diagnostik dalam latar klinis terbatas atau sebagai predictor.
Kata Kunci: Peak Vein Velocity Ratio, vena innominata, vena jugularis interna, venografi, stenosis vena sentral, double lumen catheter, hemodialisa, end-stage renal disease (ESRD)


Background: Central vein stenosis (CVS) is commonly found in hemodialysis patients with long-term central access non-cuff double lumen catheter. The use of the peak vein velocity ratio (PVVR) parameter through ultrasound has the potential to predict CVS. However, no prior studies in Indonesia have assessed the diagnostic capability of PVVR in detecting CVS due long-term use of a non-cuff double lumen catheter. Objective: This study aims to evaluate the diagnostic ability of ultrasound using PVVR parameters to diagnose innominate vein stenosis, confirmed by venography, in hemodialysis patients with long-term use of non-cuffed double lumen catheters in the right internal jugular vein (RIJV). Methods: This cross-sectional study involved 50 patients from the Surgical Outpatient Clinic at RSCM and Hermina Hospital Depok during August–December 2024. Data collection included medical record reviews, ultrasound examinations, and venography. Bivariate analysis used Chi-Square or Fisher's tests, multivariate analysis employed multiple logistic regression, while diagnostic parameter analysis utilized cross-tabulation and ROC curves. Results: CVS was found in 34 out of 50 patients. Multivariate analysis revealed an association between diabetes mellitus and CVS (OR 5.159; 95% CI 1.006–26.440; p-value 0.049). PVVR demonstrated sensitivity, specificity, positive predictive value (PPV), negative predictive value (NPV), and accuracy of 64.7%, 75%, 50%, 84.6%, and 68%, respectively. The optimal PVVR threshold to predict CVS was 1.65, with a sensitivity of 97.1% and specificity of 56.2%. The AUC value for PVVR was 71%. Conclusion: End-stage renal disease (ESRD) patients with comorbid diabetes mellitus have a 5 times risk factor for developing innominate vein stenosis. The prevalence of CVS is approximately 68%. PVVR can be utilized as a diagnostic test in resource-limited clinical settings or predictor.
Keywords: Peak Vein Velocity Ratio, innominate vein, internal jugular vein, venography, central vein stenosis, double lumen catheter, hemodialysis, end-stage renal disease (ESRD)

Judul Seri
-
Tahun Terbit
2024
Pengarang

Ali Satria - Nama Orang
Dedy Pratama - Nama Orang
Dewi Soemarko - Nama Orang

No. Panggil
T24528fk
Penerbit
Jakarta : Sp-2 llmu Bedah.,
Deskripsi Fisik
xv, 56 hlm. ; 21 x 30 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Edisi
-
Subjek
Info Detail Spesifik
Tanpa Hardcopy
T24528fkT24528fkPerpustakaan FKUITersedia
Image of Uji diagnostik peak vein velocity ratio vena innominata dan vena jugularis interna kanan dibandingkan venografi pada pasien stenosis vena innominata akibat penggunaan jangka panjang non-cuffed double lumen catheter hemodialisa pada vena jugularis interna kanan = Diagnostic test of peak vein velocity ratio of innominate vein and right internal jugular vein compared to venography in patients with innominate vein stenosis due to long-term use of non-cuffed double lumen catheter hemodialysis in the right internal jugular.

Related Collection


WhatsApp

Halo Sobat Medi 👋

Ada pertanyaan atau hal yang bisa kami bantu?

Layanan WA Perpustakaan FKUI
Senin - Jumat 08.00 - 16.00 WIB
Pesan yang masuk di luar waktu operasional (di atas) akan direspon pada hari kerja berikutnya.