Skripsi
Analisis Computational Fluid Dynamic (CFD) pada Pasien Pra dan Pasca Perbaikan Aneurisma Endovaskular untuk Aneurisma Aorta Abdominalis (AAA) Infrarenal = Computational Fluid Dynamic (CFD) Analysis in Patients Pre and Post Endovascular Aneurysm Repair for Infrarenal Abdominal Aortic Aneurysm (AAA).
Latar Belakang Aneurisma aorta abdominalis (AAA) adalah kondisi patologis yang ditandai dengan dilatasi progresif aorta, biasanya mencapai 3 cm. Perbaikan masalah ini harus melalui operasi dan salah satu operasi yang lebih non-invasif adalah endovascular aneurysm repair (EVAR). Computed tomography angiography adalah standar emas untuk surveilans, tetapi kemajuan dalam Computational Fluid Dynamics (CFD) menawarkan prediksi risiko ruptur yang lebih baik melalui penilaian tekanan dinding aorta dan wall shear stress (WSS). Metode Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian cross sectional dengan menggunakan data rekam medis berupa perbandingan numerik rata-rata. Populasi yang ditargetkan adalah pasien AAA infrarenal di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan non-probabilitas melalui consecutive sampling dan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil Analisis Wilcoxon dilakukan karena uji normalitas data yang tidak signifikan. Hasil dari 11 pasien pada tekanan dinding aorta dan WSS menggunakan SPSS menunjukkan penurunan signifikan setelah perbaikan EVAR, dengan nilai statistik masing-masing 3,00 (p=0,008) dan 62,00 (p=0,01). Kesimpulan Terdapat perbedaan signifikan antara pra dan pasca perbaikan sehingga CFD bisa menjadi alat baru dalam menjadi surveilans bahkan memprediksi ruptur AAA. Namun, diperlukan studi dengan jumlah populasi lebih besar
Kata Kunci: Computational Fluid Dynamic,Aneurisme Aorta Abdominalis, EVAR
Introduction Abdominal aortic aneurysm (AAA) is a pathological condition characterized by progressive dilation of the aorta, typically reaching 3 cm. This issue is usually addressed through surgery, with endovascular aneurysm repair (EVAR) being a less invasive option. Additionally, computed tomography angiography is the gold standard for surveillance, but advances in Computational Fluid Dynamics (CFD) offer better rupture risk prediction by assessing aortic wall pressure and wall shear stress (WSS). Method This study is a cross-sectional study using medical record data in the form of numerical mean comparisons. The target population is infrarenal AAA patients at RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) in Central Jakarta, Special Capital Region of Jakarta, Indonesia. The sampling technique used is non-probability sampling through consecutive sampling, meeting the inclusion and exclusion criteria. Results The Wilcoxon analysis was conducted due to the non-significance of the data normality test. Results from 11 patients on aortic wall pressure and WSS using SPSS showed a significant decrease after EVAR, with statistical values of 3.00 (p=0.008) and 62.00 (p=0.01), respectively. Conclusion There is a significant difference between pre- and post-repair, suggesting that CFD could be a new tool for surveillance and even predicting AAA rupture. However, studies with larger populations are needed.
Keywords: Computational Fluid Dynamic, Aneurism Aorta Abdominalis, EVAR
- Judul Seri
-
-
- Tahun Terbit
-
2024
- Pengarang
-
Ananda Pipphali Vidya - Nama Orang
Nyityasmono Tri Nugroho - Nama Orang - No. Panggil
-
S24023fk
- Penerbit
- Jakarta : Program Pendidikan Dokter Umum S1 Reguler., 2024
- Deskripsi Fisik
-
xiv, 57 hlm., ; 21 x 30 cm
- Bahasa
-
Indonesia
- ISBN/ISSN
-
SBP Online
- Klasifikasi
-
NONE
- Edisi
-
-
- Subjek
- Info Detail Spesifik
-
-
| S24023fk | S24023fk | Perpustakaan FKUI | Tersedia |
Masuk ke area anggota untuk memberikan review tentang koleksi