Tesis

Hubungan Tingkat Aktivitas Fisik Dengan Kebugaran Fisik dan Status Sarkopenia pada Lansia Perempuan Peserta Senam Virtual Perwatusi = Relationship Between Physical Activity Levels, Physical Fitness and Sarcopenia Status in Elderly Women Participating in Perwatusi Virtual Exercise.

Latar belakang: Lansia mengalami kerentanan mengalami inaktivitas fisik. Latihan fisik merupakan salah satu komponen aktivitas fisik, dan diyakini meningkatkan kebugaran fisik serta sebagai faktor protektif terhadap sarkopenia. Sayangnya lansia memiliki banyak hambatan untuk melakukan latihan fisik, sehingga latihan fisik virtual menjadi pilihan yang patut dipertimbangkan. Studi ini bertujuan untuk melihat hubungan antara tingkat aktivitas fisik, kebugaran fisik, dan status sarkopenia pada lansia perempuan. Metode penelitian: Penelitian dilakukan secara potong lintang pada lansia perempuan usia 60 tahun ke atas, yang mengikuti senam virtual dari Perkumpulan Wanita Tulang Sehat Indonesia (Perwatusi), yang direkrut secara konsekutif dari Januari – Februari 2024. Studi dilakukan dengan kuesioner Physical Activity Scale for Elderly (PASE) dan pemeriksaan kebugaran menggunakan: alat Bioelectrical Impedance Analysis (BIA) untuk analisis komposisi tubuh, Smedley digital handgrip dynamometer, 6 meters walk test, 2 minutes step test, timed-up and go test, dan chair sit and reach test. Uji korelasi Pearson dan Spearman, serta uji Chi-Square digunakan untuk melihat asosiasi berbagai variabel. Hasil: Dari 73 subjek, median usia adalah 70,0 (66,5–73,5) tahun, 72,6% telah mengikuti senam virtual selama lebih dari 2 tahun, 50,7% nya rutin senam sebanyak 3 kali/minggu, dengan rerata skor PASE 123,75 (45,66) yang merupakan kategori tingkat aktivitas fisik sedang-tinggi. Mayoritas hasil kebugaran fisik subjek dalam kategori normal dan baik. Terdapat korelasi positif lemah yang bermakna antara tingkat aktivitas fisik dengan kekuatan genggaman tangan (r= 0,336; p= 0,004), kecepatan jalan (r= 0,333; p= 0,004), dan ketahanan kardiorespirasi (r= 0,232; p= 0,049) serta korelasi negatif lemah yang bermakna dengan keseimbangan dinamis (r= -0,251, p= 0,032). Tidak ada subjek yang mengalami sarkopenia namun 38,4% termasuk possible sarcopenia karena kekuatan genggaman tangan rendah. Tidak ada hubungan bermakna antara tingkat aktivitas fisik dengan status sarkopenia. Kesimpulan: Tingkat aktivitas fisik sedang-tinggi mendukung kebugaran fisik lansia dan latihan fisik virtual dapat menjadi opsi latihan bagi lansia untuk mempertahankan kebugaran fisik.
Kata kunci: aktivitas fisik, kebugaran jasmani, lansia komunitas, sarkopenia, senam virtual


Background: Older adults are more prone to physical inactivity. Physical exercise, a component of physical activity, is believed to enhance physical fitness and protect against sarcopenia. Unfortunately, physical exercise presents numerous challenges for the older adults, making virtual exercise as a viable option. This study investigates the association between physical activity levels, physical fitness, and sarcopenia status in the older adults. Methods: A cross-sectional study was conducted among community dwelling older adults aged 60 years and older, who join virtual multi-component exercise group from Perkumpulan Wanita Tulang Sehat Indonesia (PERWATUSI), and consecutively recruited from January–February 2024. This study used the Physical Activity Scale for Elderly (PASE) questionnaire to assess physical activity level, whereas for the fitness assessments used Bioelectrical Impedance Analysis (BIA) for body composition analysis, Smedley digital handgrip dynamometer, 6-meter walk test, 2-minute step test, timed-up and go test, and chair sit and reach test. Pearson and Spearman correlation tests as well as Chi-square test were used to analyze the association among variables. Results: Out of 73 subjects, the median age was 70.0 (66.5–73.5) years old, 72.6% have already joined the virtual exercise for >2 years, 50.7% regularly exercising for 3 times/week, with mean PASE score of 123.75 (45.66) which is categorized as moderateto-high physical activity levels. Most subjects were categorized as normal to good fitness state. There were significant weak positive correlations between physical activity levels with handgrip strength (r= 0.336; p= 0.004), gait speed (r= 0.333; p= 0.004), cardiorespiratory endurance (r= 0.232; p= 0.049) and significant weak negative correlation with dynamic balance (r= -0.251; p= 0.032). No subjects had sarcopenia, although 38.4% were classified as possible sarcopenia due to low handgrip strength. No significant association was observed between physical activity levels and sarcopenia status. Conclusion: Moderate-to-high physical activity levels support the physical fitness of the older adults, and virtual exercise can be a viable exercise option for maintaining physical fitness in this population.
Key words: community-dwelling older adult, physical activity, physical fitness, sarcopenia, virtual exercise

Judul Seri
-
Tahun Terbit
2024
Pengarang

Regina Varani - Nama Orang
Nani Cahyani Sudarsono - Nama Orang
Ade Tobing - Nama Orang

No. Panggil
T24499fk
Penerbit
Jakarta : Program Studi Ilmu Kedokteran Olahraga.,
Deskripsi Fisik
xv, 105 hlm. ; 21 x 30 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Edisi
-
Subjek
Info Detail Spesifik
Tanpa Hardcopy
T24499fkT24499fkPerpustakaan FKUITersedia
Image of Hubungan Tingkat Aktivitas Fisik Dengan Kebugaran Fisik dan Status Sarkopenia pada Lansia Perempuan Peserta Senam Virtual Perwatusi = Relationship Between Physical Activity Levels, Physical Fitness and Sarcopenia Status in Elderly Women Participating in Perwatusi Virtual Exercise.

Related Collection


WhatsApp

Halo Sobat Medi 👋

Ada pertanyaan atau hal yang bisa kami bantu?

Layanan WA Perpustakaan FKUI
Senin - Jumat 08.00 - 16.00 WIB
Pesan yang masuk di luar waktu operasional (di atas) akan direspon pada hari kerja berikutnya.