Tesis
Efektivitas Pemeriksaan Fisik dengan Injeksi Lidokain Menggunakan Panduan Ultrasonografi terhadap MRI dalam Mengevaluasi Robekan Total Tendon Supraspinatus = The Effectivity of Clinical Test with Ultrasound-Guided Lidocain Injection Compared to MRI in Evaluating Full- Thickness Tear of Supraspinatus Tendon.
Latar Belakang: Pendekatan diagnostik robekan total tendon supraspinatus dengan pemeriksaan fisik khusus menunjukkan ketidakmampuan dalam membedakan struktur anatomi spesifik atau proses patologis spesifik. 52 Dalam proses mendapatkan diagnosis patoanatomi yang akurat dari penyebab nyeri bahu tidak dapat dilakukan hanya dengan pemeriksaan fisik.39 Sedangkan diagnosis hanya berdasarkan hasil pencitraan juga tidak dapat langsung ditegakkan mengingat tingginya prevalensi patologi yang asimptomatis.5 Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas pemeriksaan fisik dengan injeksi lidokain dengan panduan ultrasonografi untuk mendeteksi robekan total tendon supraspinatus dibanding magnetic resonance imaging (MRI). Metode: Sampel diambil dari pasien di poli rawat jalan RSUPN Cipto Mangunkusumo dan RSUP Fatmawati dengan keluhan nyeri bahu yang dicurigai adanya kelainan tendon supraspinatus kemudian dilakukan pengambilan data dengan pemeriksaan fisik khusus dan injeksi lidokain subakromial terarah dengan panduan ultrasonografi yang dilanjutkan dengan reevaluasi hasil pemeriksaan fisik setelah penyuntikan. Hasil pemeriksaan tersebut dikonfirmasi dengan hasil MRI dan ditabulasikan untuk kemudian dianalisis secara statistik. Hasil dan Diskusi: Dari 78 sampel yang dikumpulkan, rerata usia sampel adalah 58 tahun dengan dominansi 76.9% perempuan dan normoweight dengan 75,6% mengeluhkan nyeri bahu sedang (84,6%) pada sisi kanan dengan lengan dominan adalah kanan. Pemeriksaan Hawkin-Kennedy dan empty can (0,76) memiliki sensitivitas terbaik dan drop arm (0.82) memiliki spesifisitas terbaik untuk deteksi robekan total tendon supraspinatus. Dengan penyuntikan lidokain, seluruh sensitivitas pemeriksaan fisik mengalami penurunan disertai peningkatan spesifisitas dengan spesifisitas tertinggi pada pemeriksaan drop arm (0.96). Kesimpulan: Efektivitas pemeriksaan fisik dengan injeksi lidokain menggunakan panduan ultrsonografi meningkat dalam mendeteksi robekan total tendon supraspinatus. Namun, respon nyeri dari hasil pemeriksaan fisik berdiri secara independen terhadap dampak mekanik (mechanical impact) dari robekan tersebut.
Kata Kunci: tendon supraspinatus; pemeriksaan fisik khusus; injeksi lidokain; sensitivitas; spesifisitas; efektivitas
Background: The diagnostic approach for supraspinatus tendon disorders using specialized physical examination shows an inability to distinguish specific anatomical structures or specific pathological processes. 52 Achieving an accurate pathoanatomic diagnosis of the cause of shoulder pain cannot be done through physical examination alone. 39 Similarly, a diagnosis based solely on imaging results cannot be immediately established due to the high prevalence of asymptomatic pathology. 5 This study aims to assess the diagnostic accuracy of physical examination with ultrasound-guided lidocaine injection as a screening method for detecting full-thickness tear ofsupraspinatus tendon compared to magnetic resonance imaging (MRI). Methods: Samples were taken from patients at the outpatient clinics of RSUPN Cipto Mangunkusumo and RSUP Fatmawati who complained of shoulder pain suspected to be related to a supraspinatus tendon abnormality. Data collection was conducted through a special clinical test and ultrasound-guided subacromial lidocaine injection followed by a reevaluation of the physical examination results after the injection. These examination results were then confirmed with MRI findings and tabulated for statistical analysis. Results and Discussion: Out of the 78 samples collected, the average age was 58 years, with 76.9% being female and of normoweight. 75.6% of the patients reported moderate shoulder pain (84.6%) on the right side, with the right arm being the dominant side. The Hawkins-Kennedy test and empty can test (0.76) had the best sensitivity, and the drop arm test (0.82) had the best specificity in detecting full-thickness tears of supraspinatus tendon. With lidocaine injection, the sensitivity of all physical examinations decreased, while specificity increased, with the drop arm test showing the highest specificity (0.96). Conclusion: The effectivity of clinical test with ultrasound-guided lidocain injection increased compared to MRI in evaluating full-thickness tear of supraspinatus tendon. However, the pain response from the clinical test results is independent of the mechanical impact of the tear.
Keywords: supraspinatus tendon; special clinical test; lidocain injection; sensitivity; specificity; effectivity
- Judul Seri
-
-
- Tahun Terbit
-
2024
- Pengarang
-
Jansen - Nama Orang
Andri MT Lubis - Nama Orang
Iman Widya Aminata - Nama Orang - No. Panggil
-
T24456fk
- Penerbit
- Jakarta : Program Studi Ilmu Orthopaedi dan Traumatologi., 2024
- Deskripsi Fisik
-
xviii, 73 hlm., ; 21 x 30 cm
- Bahasa
-
Indonesia
- ISBN/ISSN
-
SBP Online
- Klasifikasi
-
NONE
- Edisi
-
-
- Subjek
- Info Detail Spesifik
-
Tanpa Hardcopy
| T24456fk | T24456fk | Perpustakaan FKUI | Tersedia |
Masuk ke area anggota untuk memberikan review tentang koleksi