Tesis

Perbandingan efikasi kombinasi triamsinolon asetonid dan 5-fluorourasil dengan triamsinolon asetonid intralesi pada terapi keloid = Efficacy of intralesional triamcinolone acetonide alone and in combination with 5-fluorouracil for the keloid treatment.

Latar belakang dan tujuan: Keloid merupakan pertumbuhan berlebih dari kolagen dermis yang dapat menimbulkan masalah fisis dan psikis bagi penderitanya. Berbagai pilihan terapi telah digunakan untuk pengobatan keloid. Penelitian ini membandingkan efikasi dan efek samping antara kombinasi triamsinolon asetonid (TA) dan 5-fluorouracil (5-FU) dengan TA intralesi pada terapi keloid.
Metode: Studi eksperimen dengan desain single blind randomized controlled trial (RCT) terhadap pasien keloid. Penelitian ini melibatkan 2 kelompok, yaitu: kelompok intervensi yang mendapat kombinasi 5-fluorourasil dan triamsinolon asetonid intralesi, dan kelompok kontrol yang mendapat terapi tunggal triamsinolon asetonid intralesi. Kedua kelompok diberi pengobatan 1 kali perminggu selama 8 minggu dan lesi keloid diukur tinggi dan volume.
Hasil: Penurunan tinggi dan volume terjadi pada kedua kelompok. Pada penurunan tinggi, respons baik terjadi pada 75% kelompok intervensi dan 63,6% kelompok kontrol (p = 0,403). Sedangkan pada penurunan volume, respons baik terjadi pada 58,3% kelompok intervensi dan 63,6% kelompok kontrol (p = 0,713). Sebanyak 5 dari 24 SP pada kelompok intervensi mengalami efek samping berupa gatal, nyeri ringan, ulkus dangkal, dan telangiektasi. Sedangkan pada kelompok kontrol terdapat 7 dari 22 SP yang mengeluh gatal, nyeri ringan, dan telangiektasi.
Kesimpulan: Secara umum, efikasi dan efek samping kombinasi TA dan 5-FU intralesi sebanding dengan TA saja.
Kata kunci: keloid, terapi, triamsinolon asetonid, 5-fluorourasil, kombinasi



Background and objectives: Keloid are benign growths of dermal collagen that can cause physical and psychological problems for patients. A variety of treatment regimens have been used for treatment of keloids. This study was conducted to compare efficacy and side effects intralesional combination triamcinolone acetonide (TA) with 5-fluorouracil (5-FU) and TA alone for the treatment of keloid.
Methods: Experimental study, single blind randomized controlled trial (RCT) for keloid patients. This study involved two groups: intervention group who received intralesional combination TA with 5-FU, and the control group who received intralesional TA alone. Both groups received treatment once a week for 8 weeks and lesions were assessed for height and volume.
Results: Both groups showed improvement in height and volume. In height flattening, 75% patients in intervention group had good response, comparing to 63,6% control group (p = 0,403). While in volume reduction, 58,3% patients in intervention group had good response, comparing to 63,6% in control group (p = 0,713). Five out of 24 patients in intervention group had some side effects like itch, mild pain, superficial ulcer, and telangiectasis. While in control group, 7 out of 22 patients had itch, mild pain, and telangiectasis.
Conclusions: The overall efficacy and side effects of combination triamcinolon acetonide with 5-fluorouracil was comparable with triamcinolone acetonide alone
Keywords: keloid, treatment, triamcinolone acetonide, 5-fluorouracil, combination

Judul Seri
-
Tahun Terbit
2015
Pengarang

Yunira Safitri - Nama Orang
Erdina HD Pusponegoro - Nama Orang
Roro Inge Ade Krisanti - Nama Orang

No. Panggil
T15141FK
Penerbit
Jakarta : Program Studi Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin.,
Deskripsi Fisik
xv, 65 hlm.; 20 x 29 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Edisi
-
Subjek
Info Detail Spesifik
-
T15141FKT15141FKPerpustakaan FKUITersedia
Image of Perbandingan efikasi kombinasi triamsinolon asetonid dan 5-fluorourasil dengan triamsinolon asetonid intralesi pada terapi keloid = Efficacy of intralesional triamcinolone acetonide alone and in combination with 5-fluorouracil for the keloid treatment.

Related Collection