Tesis

Konsumsi makanan pada ibu hamil dengan risiko dan tanpa risko kekurangan energi kronis (KEK) di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat = Food consumption of pregnant women with and without risk of chronic energy deficiency (CED) in Central Lombok, West Nusa Tenggara

Risked at chronic energy deficiency (CED) increases the risk of adverse birth outcomes. Adequate maternal nutrient intake during pregnancy is important to ensure optimum birth outcomes. There were limited data available on the dietary intake and dietary pattern comparing pregnant women with and without CED risk. A comparative cross sectional study was done for 63 pregnant women with CED risk and 74 pregnant women without CED risk. Dietary information was obtained from one-day weighed food record (WFR), one-day 24-hour recall and seven-day food tallies. Mann Whitney U and Independent T tests were used to compare nutrients among both groups, while Chi-square was used to assess the association between nutrient adequacy and CED status. Dietary intakes was not significant different between both groups. However, there was a trend that pregnant women without CED risk had higher intake compared to pregnant women with CED risk for energy, protein, fat, carbohydrate, folate, and magnesium. Protein adequacy was the only nutrient that associated with CED status. Dietary pattern, in term of weekly consumtion of food groups was similar among both groups. However, pregnant women without CED risk consumed higher amount of dark green leafy vegetables and legumes, nuts, and seeds groups. These result revealed there were no significantly different on dietary intake, except for protein, between pregnant women with and without CED risk.
Keyword: Pregnant women, food consumption, dietary intake, dietary pattern, CED risk



Risiko kekurangan energi kronis (KEK) pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko dampak buruk pada kelahiran. Asupan gizi yang cukup selama kehamilan merupakan hal penting yang dapat menjamin kelahiran optimal. Informasi mengenai asupan gizi dan pola konsumsi antara ibu hamil dengan risiko dan tanpa risiko KEK masih terbatas. Studi komparatif potong-lintang dilakukan pada 63 ibu hamil dengan risiko KEK dan 74 ibu hamil tanpa risiko KEK. Informasi mengenai asupan makan diperoleh melalui satu hari penimbangan makan, satu hari recall 24 jam, dan tujuh hari perhitungan makanan (food tally). Analisis dengan Mann Whitney U dan Independent T digunakan untuk membandingkan asupan gizi makro dan mikro pada dua kelompok, sedangkan tes Chi-square digunakan untuk menilai hubungan antara kecukupan gizi dengan status KEK ibu hamil. Asupan gizi antara dua kelompok tidak menunjukan perbedaan yang signifikan. Akan tetapi, terdapat tren yang menunjukan bahwa ibu hamil tanpa risko KEK memiliki asupan gizi yang relatif lebih tinggi dibandingkan ibu hamil risiko KEK untuk energi, protein, lemak, karbohidrat, asam folat, dan magnesium. Kecukupan protein menunjukan hubungan yang bermakna dengan status KEK. Meskipun jumlah frekuensi konsumsi kelompok-kelompok makanan antara ibu hamil dengan risiko dan tanpa risiko KEK tidak berbeda, tetapi rata-rata jumlah porsi yang dikonsumsi pada kelompok sayuran hijau dan kacang-kacangan relatif lebih banyak pada ibu hamil tanpa risiko KEK dibanding ibu hamil dengan risiko KEK. Dari studi ini disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang bermakna pada asupan gizi, kecuali untuk protein, antara ibu hamil dengan risiko dan tanpa risiko KEK.
Kata kunci: Ibu hamil, pola konsumsi, asupan gizi, risiko KEK

Judul Seri
-
Tahun Terbit
2014
Pengarang

INDRIYA LARAS PRAMESTHI - Nama Orang
Drupadi HS Dillon - Nama Orang
Umi Fahmida - Nama Orang

No. Panggil
T14164fk
Penerbit
Jakarta : Study Program in Nutrition.,
Deskripsi Fisik
30 cm ; 63
Bahasa
English
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
T14164fk
Edisi
-
Subjek
Info Detail Spesifik
-
T14164fkT14164fkPerpustakaan FKUITersedia
Image of Konsumsi makanan pada ibu hamil dengan risiko dan tanpa risko kekurangan energi kronis (KEK) di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat = Food consumption of pregnant women with and without risk of chronic energy deficiency (CED) in Central Lombok, West Nusa Tenggara

Related Collection