Text
Status fungsional anak sindroma down usia 6-18 tahun menurut modified weefim serta faktor-faktor yang berhubungan di beberapa SLB C di Jakarta = The Functional Status of Down Syndrome Children Ages 6-18 Years Old According to Modified WeeFIM and Related Factors on Several SLB C on Jakarta
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status fungsional anak dengan sindroma Down usia 6-18 tahun yang dinilai dengan modified WeeFIM dan hubungannya dengan karakteristik subyek (intelligence quotient, usia, jenis kelamin, status gizi, pendidikan ibu, dan adanya pengasuh khusus). Metode : Disain penelitian ini adalah studi potong lintang yang dilakukan dengan wawancara langsung pada 69 responden menggunakan modified WeeFIM di beberapa SLB C di Jakarta. Hasil : Proporsi subyek dengan perolehan skor modified WeeFIM 5-7 (membutuhkan pengawasan sampai mandiri penuh) pada subskala mobilitas, perawatan diri, dan kognisi berturut-turut adalah 100%; 81,2% dan 58%. Kemandirian dalam perawatan diri semakin meningkat secara bermakna dengan bertambahnya usia (p=0,02). Kemandirian dalam kognisi secara bermakna lebih rendah pada anak yang memiliki pengasuh khusus (p=0,001). Kesimpulan : Sebagian besar anak sindroma Down usia 6-18 tahun mempunyai status fungsional yang baik, terutama dalam aspek mobilitas dan perawatan diri, sedangkan dalam aspek kognisi sebagian masih membutuhkan bantuan.
Kata kunci: WeeFIM, sindroma Down
Objective: This study aimed to determine the functional status of children with Down syndrome aged 6-18 years using modified WeeFIM and its relationship to the characteristics of the subjects, including intelligence quotient, age, sex, nutritional status, maternal education, and the presence of a caregiver Methods: The study design was cross-sectional study, conducted by direct interview with 69 respondents (parents/ caregiver) using a modified WeeFIM in several SLB C in Jakarta. Results: The proportion of subjects with a modified WeeFIM score per item 5-7 (need supervision up to fully independent) for mobility, self-care, and cognitive aspects were 100%, 81.2%, and 58%, respectively. Independence in self-care increases significantly with the increasing of age (p=0.02), while independence in cognitive subscale significantly worse in children having caregiver (p=0.001). Conclusion: The majority of Down syndrome children aged 6-18 years have a good functional status, especially in mobility and self-care aspects, but some of them still need help in the cognitive aspect.
Keywords: WeeFIM, Down syndrome
- Judul Seri
-
-
- Tahun Terbit
-
2013
- Pengarang
-
Maulin Nikmah - Nama Orang
Amendi Nasution - Nama Orang
Tirza Z. Tamin - Nama Orang
Saptawati Bardosono - Nama Orang - No. Panggil
-
T13202fk
- Penerbit
- Jakarta : Program Studi IKFR., 2013
- Deskripsi Fisik
-
xvi, 53 hlm. ; 30 cm
- Bahasa
-
Indonesia
- ISBN/ISSN
-
-
- Klasifikasi
-
T13202fk
- Edisi
-
-
- Subjek
-
-
- Info Detail Spesifik
-
-
T13202FK | T13202FK | Perpustakaan FKUI | Tersedia |
Masuk ke area anggota untuk memberikan review tentang koleksi