Text
Tingkat pengetahuan murid sekolah di kecamatan Bayah mengenai gejala klinis malaria setelah mendapat penyuluhan.
Malaria merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Oleh karena itu, masyarakat perlu mendapatkan pengetahuan mengenai malaria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan murid sekolah mengenai gejala klinis pada malaria setelah mendapat penyuluhan di Kecamatan Bayah, Provinsi Banten. Penelitian dilakukan dengan desain cross-sectional. Pengambilan data dilakukan pada tanggal 16–18 Oktober 2009 dengan mewawancarai responden menggunakan kuesioner yang berisi pertanyaan mengenai gejala klinis pada malaria. Hasilnya menunjukkan, responden perempuan berjumlah 60 orang (56,6%) dan laki-laki 46 orang (43,4%). Usia 12 tahun sebesar 58,5%. Tingkat pengetahuan baik sebanyak 9 orang (8,5%), cukup 18 orang (17%), dan kurang 79 orang (74,5%). Seluruh responden pernah mendapat informasi mengenai gejala klinis pada malaria. Berdasarkan uji chi-square, tidak terdapat perbedaan bermakna (p0,05) antara pengetahuan gejala klinis malaria dengan kegiatan, jumlah sumber informasi, dan riwayat menderita dalam keluarga. Disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan gejala klinis pada malaria tergolong kurang dan tidak berhubungan dengan usia, jenis kelamin, kegiatan sehari-hari, jumlah sumber informasi, sumber informasi yang paling berkesan, dan riwayat menderita malaria dalam keluarga.
Kata kunci: malaria, tingkat pengetahuan, gejala klinis, murid sekolah
Malaria is a public health problem in Indonesia. Therefore, people need to gain knowledge about malaria. This study aims to determine the level of knowledge regarding malaria clinical manifestations among students in Bayah District, Banten Province, after receiving health education. The study was conducted using a cross-sectional design. Data was collected from October 16 to 18, 2009, by interviewing respondents using a questionnaire consisting of questions about malaria clinical symptoms. The results show that there were 60 female respondents (56.6%) and 46 male respondents (43.4%). Respondents aged 12 years were 58.5%. There were 9 students (8.5%) with a good level of knowledge, 18 (17%) with a moderate level, and 79 (74.5%) with a poor level of knowledge. All respondents had previously received information about malaria clinical symptoms. The chi-square test showed no significant relationship between knowledge level and age, gender, or most memorable source of information (p0.05). It can be concluded that the level of knowledge regarding malaria clinical symptoms is generally poor and is not associated with age, gender, daily activities, number of information sources, most impressive source of information, or family history of malaria.
Keywords: malaria, knowledge level, clinical manifestations, students
- Judul Seri
-
-
- Tahun Terbit
-
2011
- Pengarang
-
Nila Rosalina Hidayati - Nama Orang
- No. Panggil
-
S11347fk
- Penerbit
- : ., 2011
- Deskripsi Fisik
-
xiii, 55 hal; Il., 30 cm; Lamp. 2
- Bahasa
-
Indonesia
- ISBN/ISSN
-
-
- Klasifikasi
-
-
- Edisi
-
-
- Subjek
-
-
- Info Detail Spesifik
-
-
| S11347fk | S11347fk | Perpustakaan FKUI | Tersedia - File Digital |
Masuk ke area anggota untuk memberikan review tentang koleksi