Skripsi
Pengetahuan Ibu Rumah Tangga Mengenai Pemberantasan Vektor Demam Berdarah Dengue dan Faktor-Faktor yang Berhubungan di Paseban Barat dan di Paseban Timur Jakarta Pusat. = Housewives Knowledge About eradication of vector of Dengue Hemorrhagic Fever and its related facors in West Paseban and East Paseban.
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia terutama di Jakarta. Pada bulan Januari sampai dengan April 2009, di Jakarta Pusat, terdapat 464 pasien DBD yang dirawat di rumah sakit dan empat orang diantaranya meninggal. Selain itu banyak wilayah yang dinyatakan tergolong zona merah antara lain Kelurahan Paseban dengan jumlah penderita 135 orang pada tahun 2008. Untuk melakukan pemberantasan diperlukan data dasar antara lain tingkat pengetahuan warga mengenai pemberantasan vektor DBD di Paseban Barat dan Paseban Timur yang merupakan bagian dari Kelurahan Paseban. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat pengetahuan ibu rumah tangga (IRT) mengenai pemberantasan vektor DBD dan faktor-faktor yang berhubungan di Paseban Barat dan Paseban Timur. Desain penelitian ini adalah cross sectional. Survei dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner pada tanggal 30 Mei 2009. Dipilih 100 IRT dari masing-masing wilayah sebagai subyek penelitian dengan simple random sampling. Data dianalisis dengan uji chi-square menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan jumlah IRT di Paseban Barat yang memiliki pengetahuan kurang adalah 27 orang (27%), 38 orang (38%) cukup, dan 35 orang (35%) baik. Di Paseban Timur didapatkan jumlah IRT yang memiliki pengetahuan kurang 30 orang (30%), 25 orang (25%) cukup, dan 45 orang (45%) baik. Tidak ada perbedaan bermakna antara pengetahuan IRT mengenai pemberantasan vektor DBD di Paseban Barat dan Paseban Timur. Tidak ada perbedaan bermakna antara pengetahuan IRT mengenai pemberantasan vektor dengan usia (p = 0,695), tingkat pendidikan (p = 0,563), aktivitas di lingkungan (p = 0,285), jenis pekerjaan (p = 0,641), sumber informasi (p = 0,123) di Paseban Barat. Di Paseban Timur didapatkan tidak ada perbedaan bermakna antara pengetahuan IRT mengenai pemberantasan vektor DBD dengan usia (p = 0,864), tingkat pendidikan (p = 0,935), jenis pekerjaan (p = 0,536), sumber informasi (p = 0,076), sedangkan dengan aktivitas, terdapat perbedaan yang bermakna (p = 0,014). Disimpulkan tingkat pengetahuan IRT mengenai pemberantasan vektor DBD di Paseban Barat umumnya cukup dan tidak berhubungan dengan usia, pendidikan, aktivitas dilingkungan, pekerjaan dan sumber informasi. Tingkat pengetahuan IRT mengenai pemberantasan vektor DBD di Paseban timur umumnya baik dan berhubungan dengan aktivitas di lingkungan sedangkan dengan usia, pendidikan, pekerjaan, dan sumber informasi tidak berhubungan.
Kata kunci: demam berdarah dengue, pengetahuan, pemberantasan vektor, ibu rumah tangga, Paseban Barat, Paseban Timur.
Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is one of the major health problems in Indonesia, especially in Jakarta. From January to April 2009 in Central Jakarta, 464 patients with DHF were hospitalized and four of them died. Several area in Central Jakarta have been considered as red zones, one of them being Paseban with a total of 135 patients in 2008. To eradicate the disease, basic data is required including the level of knowledge regarding the eradication of DHF vector in West Paseban and East Paseban that are part of Paseban. Therefore, the aim of this research is to determine the level of knowledege of housewives and related factors concerning the eradication of DHF vector in those areas. Research design in this study was cross sectional. The survey was conducted by interview on 30 May 2009. A hundred housewives from West Paseban and East Paseban were selected as subjects for this research by simple random sampling. Data were analyzed with chi square test using SPSS. Results showed that 27 (27%) housewives in West Paseban had poor knowledge, 38 persons (38%) had average knowledge and 35 persons (35%) had good knowledgde. In East Paseban, 30 persons (30%) housewives had little information on DHF, 25 persons (25%) were sufficiently informed and 45 persons (45%) had excellent knowledge.\In general, there was no significant corelation between level of housewives knowledge in West Paseban and East Paseban. Additionally, housewives knowledge on eradication of DHF vector was also not significantly corelated with age (p = 0,695), level of education (p = 0,563), activity in the environment (p = 0,285), type of work (p = 0,641), and source of information (p = 0,123) in West Paseban. For housewives in East Paseban, there was no significant corelation between the level of knowledge with age (0,864), level of education (p = 0,935), type of work (p = 0,536) andsource of informtation (p = 0,076). However, the knowledge on DHF was significantly corelated with housewives activities (p = 0,014). In conclusion, the level of knowledge of housewives in West Paseban were generally good and not influenced by age, education, activity, type of work and source of information. Similarly, housewives in East Paseban showed good knowledge on DHF eradication. This might be influenced by their activities in the environment.
Keywords: Dengue Hemorrhagic Fever, knowledge, eradication of vector, housewife, West Paseban, east Paseban.
- Judul Seri
-
-
- Tahun Terbit
-
2010
- Pengarang
-
Ria Ramadhani - Nama Orang
Leonard Nainggolan - Nama Orang
Saleha Sungkar - Nama Orang - No. Panggil
-
S10276fk
- Penerbit
- Jakarta : Program Pendidikan Dokter Umum S1 Reguler., 2010
- Deskripsi Fisik
-
xiv, 61 lembar; il., 30cm; lamp. 2
- Bahasa
-
Indonesia
- ISBN/ISSN
-
-
- Klasifikasi
-
S10276fk
- Edisi
-
-
- Subjek
- Info Detail Spesifik
-
-
| S10276fk | S10276fk | Perpustakaan FKUI | Tersedia - File Digital |
Masuk ke area anggota untuk memberikan review tentang koleksi