Skripsi
Kelahiran Prematur Pada Ibu Hamil Dengan Kelainan Jantung Di Rumah Sakit Umum Pusat Cipto Mangunkusumo. = Premature Births on Pregnant Women with Heart Diseases at Cipto Mangunkusumo National General Hospital.
Angka kematian bayi di Indonesia masih tergolong tinggi. Salah satu risiko terjadinya kematian bayi adalah kelahiran prematur. Penyakit jantung pada kehamilan merupakan salah satu masalah yang dapat menyebabkan kelahiran prematur. Namun sayangnya di Indonesia belum ada pendataan yang memadai mengenai kejadian kelahiran prematur pada ibu hamil dengan penyakit jantung. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui hubungan antara kejadian kelahiran prematur dengan kelainan jantung pada ibu hamil yang melahirkan di RSUPNCM tahun 2007 hingga 2009. Peneliti melakukan studi potong lintang terhadap 39 ibu hamil dengan kelainan jantung yang melahirkan di RSUPNCM tahun 2007-2009. Data diperoleh dari rekam medis pasien. Data yang dikumpulkan berupa karakteristik sampel, jenis kelainan jantung, dan usia kehamilan pasien. Dari 10419 ibu yang melahirkan di RSUPNCM terdapat 41 ibu yang mengalami kelainan jantung. Terdapat 28 ibu (72%) melahirkan aterm dan 11 ibu (28%) melahirkan prematur. Nilai tengah usia kehamilan tertinggi pada kelahiran prematur adalah 34 minggu pada kelompok ibu dengan kelainan jantung pada preeklamsia. Persentase kelahiran prematur pada pasien dengan kelas fungsional III-IV (54.6%) lebih tinggi dibandingkan dengan kelas fungsional I-II (17.8%). Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa 41 dari 10419 ibu melahirkan di RSUPNCM pada tahun 2007- 2009, mengalami kelainan jantung. Persentase kejadian prematuritas pada ibu hamil dengan kelainan jantung adalah 28%. Jenis kelainan jantung tidak berhubungan dengan kelahiran prematur. Kelas fungsional jantung ibu berhubungan dengan kejadian prematuritas. Kelahiran prematur lebih dilakukan berdasarkan keputusan dokter untuk melakukan terminasi kehamilan dengan indikasi tersering adalah hipoksia.
Kata kunci : ibu hamil, kelainan jantung, usia kehamilan, kelahiran prematur.
Maternal and fetal mortality rate in Indonesia is still relatively high. Premature birth can cause fetal mortality. Heart disease in pregnancy is one of the problems that cause premature births. Unfortunately, there is no adequate data prevalence of premature births in pregnant women with heart disease in Indonesia. This study is aimed to determine the association of premature births and heart disease in pregnant women who gave birth at RSUPNCM in 2007 to 2009. Researcher conducted a cross sectional study of 39 pregnant women with heart diseases who gave birth in RSUPNCM in 2007-2009. Data are obtained from medical records. From 39 pregnant women with heart diseases, there are 28 patients who gave aterm birth (72%) and 11 patients who gave premature birth (28%). The eldest median of gestational age of pregnant women who gave premature birth is 34 weeks in heart disease on preeclampsia. The percentage of patients who gave premature birth in patients with functional class III-IV (54.6%) is higher than patients with functional class I-II (17.8%). The commonest indication for premature birth is spontaneous premature birth (36%). 41 of 10419 women who gave births in RSUPNCM have heart disease. The percentage of premature births in pregnant women with heart diseases is 28%. Type of heart disease did not associate with prematurity. NYHA functional class associated with prematurity. Pregnancy termination is done in most of premature birth with the most indication is hypoxia.
Keywords: pregnant women, heart disease, gestational age, premature birth.
- Judul Seri
-
-
- Tahun Terbit
-
2011
- Pengarang
-
Cindy Rahardja - Nama Orang
Dwiana Ocviyanti - Nama Orang - No. Panggil
-
S11070fk
- Penerbit
- Jakarta : FKUI., 2011
- Deskripsi Fisik
-
xii, 52 Lembar; Lamp. 8
- Bahasa
-
Indonesia
- ISBN/ISSN
-
-
- Klasifikasi
-
-
- Edisi
-
-
- Subjek
- Info Detail Spesifik
-
-
| S11070fk | S11070fk | Perpustakaan FKUI | Tersedia - File Digital |
Masuk ke area anggota untuk memberikan review tentang koleksi