Skripsi

The correlation between physical capacity performance and iron intake among undernourished school children aged 7 to 9 years old in Jakarta (2007). = Korelasi antara kinerja kapasitas fisik dan asupan zat besi pada anak sekolah kurang gizi usia 7 sampai 9 tahun di Jakarta (2007).

Adequate dietary iron intake coupled with appropriate levels of physical activity can ensure optimal growth spurt. This research employed secondary data consist of 209 undernourished schoolchildren aged 7 to 9 from Department of Nutrition, University of Indonesia to evaluate iron intake, physical capacity performance and their correlation. This study found that the average iron intake of the population under study is 4.6mg and the prevalence of inadequate iron intake is 85.2%. Although majority of the subjects have inadequate iron intake, their physical capacity performance is not affected as their performance both in terms of step test duration and step test score are relatively good. Furthermore, this study has failed to find any correlation between these two variables. The correlation coefficient for step test duration and step test score with iron intake are 0.008 (p = 0.911) and -0.006 (p = 0.932), respectively, which indicate that there are no virtually linear relationship. There is an urgent need to intensify the adverse impact of iron intake on physical capacity performance among schoolchildren and introduce appropriate interventions for a better health.
Keywords: Undernourished, schoolchildren, iron intake, iron deficiency, physical capacity performance.



Asupan zat besi yang cukup dan tingkat aktivitas fisik yang tepat dapat memastikan pertumbuhan yang optimal. Penelitian ini menggunakan data sekunder terdiri dari 209 anak-anak sekolah kurang gizi berusia 7 sampai 9 tahun dari Departemen Gizi, Universitas Indonesia untuk mengevaluasi asupan zat besi, kinerja kapasitas fisik dan korelasi keduanya. Studi ini menemukan bahwa asupan zat besi rata-rata populasi yang diteliti adalah 4,6mg dan prevalensi asupan zat besi yang tidak memadai adalah 85,2%. Meskipun sebagian besar dari subyek memiliki asupan zat besi yang tidak memadai, kinerja kapasitas fisik mereka tidak terpengaruh karena kinerja mereka baik dalam hal durasi langkah pengujian dan skor tes yang relatif baik. Selanjutnya, penelitian ini telah gagal untuk menemukan korelasi antara kedua variabel. Koefisien korelasi untuk durasi langkah pengujian dan skor tes dengan asupan besi masing- masing adalah 0,008 (p = 0,911) dan -0,006 (p = 0,932). Ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang hampir linier. Studi ini menemukan bahwa meskipun sebagian besar subyek memiliki asupan zat besi yang tidak memadai, kinerja kapasitas fisik mereka tidak terpengaruh, dan tidak ada korelasi dapat dibentuk. Penelititan ini menyaran penelitian lanjutan tentang dampak kekurangan asupan zat besi pada kinerja kapasitas fisik pada anak-anak sekolah dan memperkenalkan intervensi yang tepat untuk kesehatan yang lebih baik.
Kata Kunci: Kurang gizi, anak-anak sekolah, asupan zat besi, kekurangan zat besi, kinerja kapasitas fisik.

Judul Seri
-
Tahun Terbit
2011
Pengarang

Noor Adila binti Abdul Hamid - Nama Orang
Saptawati Bardosono - Nama Orang

No. Panggil
S11033fk
Penerbit
Jakarta : FKUI.,
Deskripsi Fisik
xiii, 43 lembar; lamp.8
Bahasa
English
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
-
Edisi
-
Subjek
Info Detail Spesifik
-
S11033fkS11033fkPerpustakaan FKUITersedia - File Digital
Image of The correlation between physical capacity performance and iron intake among undernourished school children aged 7 to 9 years old in Jakarta (2007). = Korelasi antara kinerja kapasitas fisik dan asupan zat besi pada anak sekolah kurang gizi usia 7 sampai 9 tahun di Jakarta (2007).

Related Collection


WhatsApp

Halo Sobat Medi 👋

Ada pertanyaan atau hal yang bisa kami bantu?

Layanan WA Perpustakaan FKUI
Senin - Jumat 08.00 - 16.00 WIB
Pesan yang masuk di luar waktu operasional (di atas) akan direspon pada hari kerja berikutnya.