Skripsi

Analysis of Variables That Affect the Understanding and Management of Infant Regurgitation by Indonesian Pediatricians Based on ROME IV = Analisis Variabel-variabel yang Berpengaruh pada Pemahaman dan Tatalaksana Regurgitasi Bayi oleh Dokter Spesialis Anak di Indonesia berdasarkan ROME IV.

Introduction: Infant Regurgitation is one of the most prevalent functional gastrointestinal disorders (FGIDs) in the world, affecting infants ages 3 to 12 months old. As an FGID, infant regurgitation is susceptible to be misdiagnosed and managed with improper therapeutic approaches. Naturally, infant regurgitation will resolve on its own as the infant grows older. FGID patients have been subjected to extensive diagnostic work-ups that are deemed unnecessary and very costly. This research intends to analyze the factors that affect the pediatricians’ decisions in making diagnosis and therapeutic approaches based on Rome IV. Method: This research applies a cross-sectional observational analytical study. A questionnaire is formulized based on Rome IV and up-to-date studies. The questionnaire is validated at face-level by an expert and tested for both reliability and correlation using 30 test respondents. The questionnaire is then distributed electronically to randomized pediatricians that are members of the Indonesian Pediatric Society, DKI Jakarta branch, who graduated between 2005-2019. Data analysis uses 131 sample data with SPSS 20 program. Results: Collected data is expressed as mean ± SD, median(range), p-value. Pediatricians who use Rome IV as their source of knowledge achieved a diagnostic knowledge score of 14.87 ± 2.540, 16 (8 – 20), p = 0.110 and a therapeutic knowledge score of 9.10 ± 2.264, 10 (4 – 12), p = 0.486. P-value was obtained using Mann-Whitney U Test and no statistical significance is found in this research (p > 0.05). Conclusion: Rome IV is well recognized and used by Indonesian pediatricians. However, not all pediatricians have known and/or used the Rome IV criteria when dealing with infant regurgitation. Even though no data or variable in this research is statistically significant, it can be inferred that the accuracy of pediatricians in diagnosing and managing infant regurgitation depends on a myriad of factors.
Keywords: Infant Regurgitation, FGID, Rome IV Criteria


Latar Belakang: Regurgitasi bayi adalah salah satu penyakit gastrointestinal fungsional yang paling sering ditemukan dan terjadi pada bayi berumur 3 hingga 12 bulan. Sebagai penyakit fungsional, regurgitasi bayi rentan untuk mendapat diagnosis yang tidak tepat dan tatalaksana yang tidak sesuai. Secara alami, regurgitasi bayi akan hilang dengan sendirinya seiring bertumbuhan usia bayi. Orang tua daripada anak-anak dengan penyakit gastrointestinal fungsional sering kali harus melakukan uji-uji diagnostik yang banyak yang sebenarnya tidak diperlukan dan mengeluarkan uang yang tidak sedikit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan dokter anak dalam mendiagnosis dan tatalaksana regurgitasi bayi berdasarkan Rome IV. Metode: Penelitian ini menerapkan studi analitik cross-sectional observational. Sebuah kuesioner dirumuskan berdasarkan Rome IV dan sumber rujukan terbaru. Kuesioner ini divalidasi menggunakan prinsip face-validation oleh ahli dan 30 orang subjek uji coba untuk uji reliabilitas dan korelasi. Kuesioner tersebut kemudian dibagikan secara elektronik kepada dokter anak yang sudah di acak dan merupakan anggota Ikatan Dokter Anak Indonesia, Cabang DKI Jakarta yang lulus spesialis antara 2005-2019. Analisis data menggunakan 131 sampel data dengan program SPSS 20. Hasil: Data terkumpul diekspresikan sebagai mean ± SD, median(range), p-value. Dokter anak yang menggunakan Rome IV sebagai sumber informasi mendapatkan skor pengetahuan sebesar 14.87 ± 2.540, 16 (8 – 20), p = 0.110 dan skor tatalaksana sebesar 9.10 ± 2.264, 10 (4 – 12), p = 0.486. Nilai p didapatkan dengan uji Mann-Whitney U dan tidak ditemukan signifikasi statistik dalam penelitian ini (p > 0.05) Kesimpulan: Rome IV diketahui dan digunakan cukup baik oleh dokter anak di Indonesia. Akan tetapi, tidak semua dokter anak telah mengetahui dan/atau menggunakan kriteria Rome IV saat menangani pasien regurgitasi bayi. Walaupun tidak ada data maupun variabel yang signifikan dalam penelitian ini, dapat diinterpretasikan bahwa ketepatan diagnosis dan tatalaksana regurgitasi bayi oleh dokter anak bergantung oleh banyak faktor.
Kata kunci: Regurgitasi Bayi, FGID, Kriteria Rome IV

Judul Seri
-
Tahun Terbit
2020
Pengarang

Fransesco Bernado Hubert Jonathan - Nama Orang
RIDHAWATI - Nama Orang

No. Panggil
S20030fk
Penerbit
Jakarta : Program Pendidikan Dokter Umum S1 KKI.,
Deskripsi Fisik
xiv, 77 hal; ill; 21 x 30 cm
Bahasa
English
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
S20030fk
Edisi
-
Subjek
Info Detail Spesifik
-
S20030fkS20030fkPerpustakaan FKUITersedia
No Attachment Data
Image of Analysis of Variables That Affect the Understanding and Management of Infant Regurgitation by Indonesian Pediatricians Based on ROME IV = Analisis Variabel-variabel yang Berpengaruh pada Pemahaman dan Tatalaksana Regurgitasi Bayi oleh Dokter Spesialis Anak di Indonesia berdasarkan ROME IV.

Related Collection